KUDUS – SD 2 Sambung Undaan Kudus keluhkan plafon depan kelas I dan atap ruang kelas kondisinya melengkung dan kayu-kayu ada yang lampuk karena dimakan rayap. Hal ini ditunjukkan Kepala SD 2 Sambung Darmo Winoto.
Ia mengatakan, ruang kelas yang mengalami kerusakan yakni kelas I A dan B Kemudian kelas II A dan B, karena kelasnya pararel.
Menurutnya, kondisi ruang kelas tersebut karena faktor usia dan semua atapnya dari kayu dan kondisinya sekarang ini membahayakan.
Darmo mengatakan, siswa sudah dipindahkan ke ruang aula atau seni tari dan ruang laboratorium computer.
”Kerusakannya, plafon kemudian kusen dembul pintu keropos dimakan rayap. Usuk, reng maupun kuda-kudanya. Kalau dilihat dari atas kelihatan sudah melengkung dan kerusakan sudah berlangsung dua tahun lalu dan dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus masuk data dapodik penerima bantuan,” jelasnya.
Darmo mengatakan, prosesnya lama dan dari Disdikpora Kudus berpesan pada sekolahnya untuk bersabar, karena menunggu antrean.
Pihaknya sudah tidak memfungsikan kelas tersebut karena membahayakan.
Ia berharap, bisa masuk data sekolah prioritas. Pembelajaran di laboratorium untuk kelas I A dan B dengan jumlah siswa sebanyak 39 orang, sedangkan untuk siswa kelas II A dan B yang berjumlah 36 siswa dijadikan satu di ruang aula atau ruang kesenian.
Antisipasi sudah dilakukan pihak sekolah, agar siswa nyaman dan tidak was-was saat belajar. Total keseluruhan jumlah siswa di SD 2 Sambung sebanyak 222 siswa.
Ditempat terpisah, Kabid Dikdas Disdikpora Kudus Anggun Nugraha, mengatakan kerusakan di SD 2 Sambung, pihaknya akan meninjau lebih dahulu.
Ia mengaku, kerusakan ruang kelas di SD negeri memang banyak, sehingga butuh proses dan kondisi yang membahayakan menjadi pertimbangan utama untuk segera mendapatkan bantuan rehab sekolah.
”Ya kami terus mendata sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan, baik ringan, sedang maupun berat. Anggaran memang terbatas, sehingga kami perlu kedetailan kerusakan kelas yang diajukan bantuan,” jelasnya. (san)
Editor : Ali Mustofa