Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lomba Siskamling Kudus Bangkitkan Lagi Tradisi Ronda

Andika Trisna Saputra • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 05:44 WIB

PANAS: Sejumlah petugas ronda Desa Mijen yang berjaga sedang simulasi memadamkan kebakaran menggunakan kain basah, Kamis (9/10). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
PANAS: Sejumlah petugas ronda Desa Mijen yang berjaga sedang simulasi memadamkan kebakaran menggunakan kain basah, Kamis (9/10). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
 

KUDUS – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dalam menjaga keamanan lingkungan diwujudkan melalui pelaksanaan Lomba Siskamling tingkat kabupaten.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret menghidupkan kembali budaya ronda malam yang selama ini mulai ditinggalkan masyarakat.

Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kudus sekaligus Ketua Tim Penilai II, Arief Dwi Aryanto, menjelaskan bahwa lomba siskamling merupakan inisiatif langsung dari Bupati Kudus.

Baca Juga: Pemkab Kudus Siapkan Skema Potong TPP ASN, Ini Penyebabnya

Penilaian lomba dimulai dari 6-10 Oktober 2025.

Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya poskamling sebagai garda terdepan keamanan lingkungan.

“Harapannya, lomba ini bisa menjadi edukasi bagi semua desa agar kembali menumbuhkan tradisi siskamling. Jadi bukan hanya lomba, tapi upaya nyata untuk menghidupkan ronda malam di tingkat RT dan RW,” ujarnya.

Arief menuturkan, penilaian lomba dilakukan dengan tiga aspek utama, yakni fisik atau bangunan poskamling, sumber daya manusia (SDM), dan administrasi.

“Fisik meliputi kelayakan bangunan seperti permanen dan tertutup, SDM berkaitan dengan kemampuan petugas memahami langkah yang harus dilakukan saat terjadi kejadian, dan administrasi berfungsi untuk memudahkan pencatatan insiden,” jelasnya.

Penilaian berlangsung Kamis (9/10) malam di dua wilayah, yakni Kecamatan Jati oleh Tim 1 dan Kecamatan Kaliwungu oleh Tim 2, mencakup Desa Bakalan Krapyak, Prambatan Kidul, dan Mijen.

Menariknya, setiap desa menampilkan kreativitas berbeda dalam simulasi siskamling.

Baca Juga: Wisuda ke-30 UMKU: 603 Lulusan Siap Go Internasional, Empat Mahasiswa Bersiap ke Jepang

“Di Bakalan Krapyak ada penampilan mars siskamling, bahkan ada yang menggunakan mobil ambulans sungguhan. Hal-hal seperti ini menunjukkan semangat dan inovasi warga,” tutur Arief.

Camat Kaliwungu Satria Agus Himawan turut mengapresiasi antusiasme warganya.

Ia menyebut, masyarakat sangat kompak dan bersemangat dalam menampilkan simulasi.

“Menang atau tidak bukan hal utama, yang penting semangat menjaga keamanan tidak padam. Poskamling seperti di Bakalan Krapyak ini contohnya, masih aktif hingga kini,” katanya.

Baca Juga: Ranperda BUMDes Kudus Tekankan Usaha Tepat Sasaran, Ini yang Dilakukan

Satria menambahkan, pihak kecamatan akan terus mensosialisasikan pentingnya menghidupkan poskamling yang sudah lama tidak aktif sebagai upaya menghidupkan kembali poskamling.

Tiga desa peserta lomba bisa menjadi percontohan bagi desa lainnya.

Melalui lomba siskamling ini, Pemkab Kudus berharap muncul kembali semangat gotong royong dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan desa.

Tradisi ronda malam yang sempat redup kini perlahan menyala lagi di hati masyarakat Kudus.

Sementara itu, Viktor Siregar (53), Kasatkamling RT 6 RW 2 Desa Bakalan Krapyak, menyampaikan bahwa poskamling di wilayahnya sudah berdiri sejak tahun 1998 dan tetap aktif hingga kini.

“Kita bukan hidup karena lomba, tapi memang rutin setiap malam. Total ada 18 personel jaga, bergantian tiga orang tiap malam. Satu orang kebagian ronda sebulan sekali,” ujarnya bangga.

Dalam penampilan lomba, kelompoknya menggelar simulasi pencurian kotak amal dan kebakaran akibat kompor lupa dimatikan, lengkap dengan adegan penanganan korban luka bakar, serta hiburan musik.

“Persiapan hampir sebulan. Ibu-ibu juga ikut main peran dalam simulasi. Alhamdulillah berjalan lancar berkat dukungan warga yang guyub,” tambah Viktor.

Ia berharap poskamling di desanya bisa terus berinovasi dan menjadi contoh bagi desa lain.

Baca Juga: TMMD Sengkuyung IV Wujud Sinergi Bangun Kudus

Dari Desa Mijen, Upoyo Udi Santoso, Kasatkamling RW 4, juga menyampaikan optimisme serupa.

“Apapun hasil lomba nanti, yang terpenting adalah semangat meningkatkan keamanan masyarakat. Lingkungan yang aman membuat warga nyaman, rukun, dan memiliki rasa bangga terhadap desanya,” ungkapnya. 

Ia menambahkan, pihaknya menampilkan simulasi tertangkap tangan, penyelamatan korban yang tertimpa pohon, dan pemadaman kebakaran.

Selain itu juga ada hiburan musik dari warganya, sama seperti desa-desa lain karena memang menjadi ketentuan. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#Lomba Siskamling #Hidupkan Poskamling #peningkatan keamanan #kaliwungu #Kudus