Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mendikdasmen Dorong Digitalisasi Pembelajaran di Kudus

Andika Trisna Saputra • Rabu, 8 Oktober 2025 | 16:11 WIB
TINJAUAN: Mendikdasmen RI, Abdul Mu
TINJAUAN: Mendikdasmen RI, Abdul Mu

KUDUS – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Prof Abdul Mu’ti, menegaskan pentingnya penerapan digitalisasi pendidikan sebagai bagian dari program nasional.

Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke SMK Negeri 1 Kudus pada Selasa (7/10), di mana ia meninjau langsung pemanfaatan perangkat interactive flat panel (IFP) yang telah diberikan kepada sekolah tersebut.

IFP merupakan layar datar besar dengan kemampuan sentuh dan interaktif atau biasa disebut smart board.

Baca Juga: Perayaan Kue Bulan di Kampung Moderasi Kudus, Tradisi Leluhur yang Jadi Simbol Harmoni Lintas Agama

“Program ini memiliki landasan hukum yang jelas, baik dari inpres (instruksi presiden) maupun perpres (peraturan presiden). Ini merupakan bagian dari prioritas nasional Presiden dalam mendorong digitalisasi pendidikan dan peningkatan mutu pembelajaran,” ujar Abdul Mu’ti.

Mu'ti mengatakan, kebijakan ini merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo berupa digitalisasi pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Digitalisasi meliputi empat paket yakni, distribusi IFP, bantuan laptop pendukung, pelatihan guru, dan penyediaan materi pembelajaran.

Berdasarkan laporan yang telah diterimanya, distribusi smart board dalam bentuk Smart board ini sudah mencapai 70 ribu buah.

Pendistribusian ini menyasar sekitar 288 ribu sekolah di Indonesia dari negeri maupun swasta.

Ia menjelaskan, distribusi perangkat IFP dilakukan secara selektif dan berdasarkan kesiapan sekolah.

Hanya sekolah yang bersedia menerima serta siap memanfaatkan fasilitas digital yang akan mendapatkan bantuan tersebut.

Baca Juga: Perayaan Kue Bulan di Kampung Moderasi Kudus, Tradisi Leluhur yang Jadi Simbol Harmoni Lintas Agama

“Semua sekolah pada akhirnya akan mendapat bantuan, kecuali yang menolak. Kami memantau proses mulai dari produksi di pabrik, distribusi, hingga diterimanya perangkat oleh pihak sekolah. Setelah diterima, pihak sekolah menandatangani dokumen dan melampirkan bukti foto penerimaan,” jelasnya.

Menurut Abdul Mu’ti, perangkat IFP tidak sepenuhnya bergantung pada jaringan internet.

Guru dan siswa tetap dapat mengakses konten pembelajaran melalui kanal Ruang Murid dari Rumah Pendidikan, sehingga proses belajar tetap berjalan optimal meski di daerah dengan keterbatasan jaringan.

Sementara itu, Plt Kepala SMK Negeri 1 Kudus, Aries Budiyono, menyambut baik perhatian pemerintah terhadap pengembangan pembelajaran berbasis digital di sekolah.

Baca Juga: Mahasiswa KPI UIN Sunan Kudus Belajar Proses Produksi Berita di Jawa Pos Radar Kudus

Menurutnya, kehadiran media pembelajaran interaktif tersebut memberikan kemudahan bagi guru dalam mengajar sekaligus meningkatkan antusiasme siswa.

“Alhamdulillah kami mendapat bantuan dari Pak Menteri. Ini luar biasa sekali dan sangat bermanfaat. Media interaktif ini mempermudah guru dalam mengajar dan membuat siswa lebih mudah memahami materi,” ungkapnya.

Ia menuturkan, perangkat tersebut sementara difokuskan penggunaannya untuk kelas XII dalam kegiatan pembelajaran utama.

Suasana kelas pun kini menjadi lebih menarik karena siswa bisa langsung berinteraksi dengan materi pelajaran di layar sentuh.

“Anak-anak sangat antusias. Mereka bisa langsung berinteraksi dengan materi pelajaran tanpa harus menulis terlalu banyak. Hasil pembelajaran juga bisa disimpan dan dibagikan melalui media sosial,” jelasnya.

SMK Negeri 1 Kudus memiliki 1.587 siswa dengan 45 rombongan belajar.

Aries berharap penggunaan teknologi digital seperti IFP dapat diperluas ke seluruh kelas agar manfaatnya dirasakan lebih merata.

“Teknologi ini membantu kami menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Pembelajaran yang menyenangkan dan relevan akan membuat anak-anak lebih semangat belajar,” katanya. (dik)

Editor : Ali Mustofa
#SMART board #IFP #IFP sekolah #digitalisasi pembelajaran #mendikdasmen