Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

KKN Moderasi Beragama Usai, Ini Tanggapan LPPM UIN Sunan Kudus Selaku Penyelenggara

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 30 September 2025 | 18:21 WIB
Photo
Photo

JEPARA – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kudus menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) Evaluasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Moderasi Beragama Tahun 2025 di Hotel D’Season Premiere Jepara, Kamis (25/9).

Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan universitas, dosen pembimbing lapangan (DPL), sembilan Camat seluruh Kabupaten Kudus.

Kepala Biro AUAK UIN Sunan Kudus Dr. H. Masmin Afif, M.Ag. menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

Ia menegaskan pentingnya KKN sebagai wahana penguatan nilai moderasi beragama, sekaligus sarana pemberdayaan potensi desa secara berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini kita berharap lahir masukan strategis untuk meningkatkan kualitas KKN di masa mendatang,” tuturnya saat membuka acara.

Beliau menjelaskan, melalui KKN mahasiswa tidak hanya belajar hidup bermasyarakat, tetapi juga menjadi agen perubahan yang berkontribusi nyata di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya desa masyarakat.

Ketua LPPM H. Shobirin, M.Ag. menyampaikan KKN 2025 diikuti 1.951 mahasiswa yang tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Kudus yang tersebar di 132 desa dan kelurahan di Kabupaten Kudus.

Seluruh desa tersentuh program KKN dengan dukungan penuh masyarakat dan pemerintah desa.

Beliau menjelaskan kegiatan KKN ini sudah sesuai dengan tujuan dan program yang telah dilaksanakan.

Delapan program unggulan KKN, meliputi pemberdayaan potensi desa, penguatan moderasi beragama, pencegahan bullying dan pernikahan dini, edukasi hidup sehat dan penanganan stunting, pelestarian lingkungan, hingga pendampingan berbasis kompetensi program studi yang berdampak pada perkembangan akreditasi perguruan tinggi.

“Program-program yang ada dapat bermanfaan bagi masyarakat dan instansi,” jelasnya.

Lebih lanjut beliau menjelaskan Peran Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) turut aktif dalam kegiatan KKN Moderasi Beragama.

Program kegiatan yang dilaksankan oleh mahasiswa selalu mendapak masukan dan arahan langsung dari DPL.

Selaku Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM UIN Sunan Kudus, Ulfah Rahmawati, M.Pd.I. melaporkan berbagai kegiatan KKN yang sudah terlaksana.

mulai pendampingan sertifikasi produk halal dan penerbitan NIB, digitalisasi pemasaran UMKM, seminar moderasi agama lintas iman, sosialisasi pencegahan stunting, hingga penguatan ekoteologi melalui pengolahan sampah, pembuatan biopori, dan penanaman pohon.

Setiap fakultas juga mengintegrasikan keilmuan masing-masing ke dalam program desa.

Lebih lanjut beliau menjelaskan selama satu bulan, banyak karya yang telah ditorehkan oleh peserta KKN.

Luaran KKN 2025 meliputi laporan kegiatan yang tersebar di berbagai media online dan sosial media, Pengabdian kepada Masyarakat kolaborasi dosen Bersama mahasiswa, serta 132 video dokumenter.

Ada yang menarik menurut beliau. video dokumenter yang berjudul, Mata Air Toleransi Desa Rahtawu, yang diunggah ke kanal YouTube.

Kegiatan KKN ini memiliki dampak langsung yang dirasakan oleh Masyarakat, melalui hasil survey, menunjukkan seluruh program berjalan baik dan mendapat respon positif.

Masyarakat menilai mahasiswa ramah, kreatif, serta memberikan kontribusi nyata.

“Kepala desa di seluruh lokasi juga proaktif mendukung kegiatan KKN UIN Sunan Kudus,” pungkasnya. (*)

Editor : Ali Mustofa
#mahasiswa #masyarakat #program desa #kkn #uin sunan kudus #perguruan tinggi #akreditasi #moderasi beragama