Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Rektor UIN Sunan Kudus: KKN Bukan Hanya Akademik, tapi Investasi Sosial

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 30 September 2025 | 18:08 WIB

 

Rektor UIN Sunan Kudus, Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc., M.Si., dalam sambutannya di FGD Evaluasi KKN Moderasi Beragama Tahun 2025 di Hotel D’Season Premiere Jepara.
Rektor UIN Sunan Kudus, Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc., M.Si., dalam sambutannya di FGD Evaluasi KKN Moderasi Beragama Tahun 2025 di Hotel D’Season Premiere Jepara.

KUDUS – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kudus menggelar Forum Group Discussion (FGD) Evaluasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Moderasi Beragama Tahun 2025 di Hotel D’Season Premiere Jepara, Kamis–Jumat (25–26/9).

Kegiatan tersebut diikuti jajaran pimpinan universitas, dosen pembimbing lapangan (DPL), panitia KKN, sembilan camat se-Kabupaten Kudus, serta mitra dari pemerintah daerah dan desa.

Rektor UIN Sunan Kudus, Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Bappeda, Kesbangpol, para camat, serta seluruh panitia KKN atas kolaborasi yang telah terjalin.

Menurutnya, KKN tidak boleh dipandang hanya sebagai kewajiban akademik, melainkan sebagai investasi sosial yang membentuk karakter, kompetensi, dan etika mahasiswa melalui interaksi langsung dengan masyarakat.

Rektor juga menyinggung transformasi kelembagaan dari IAIN Kudus menjadi UIN Sunan Kudus yang resmi berlaku sejak 8 Mei 2025.

Status baru ini, kata dia, memperkuat posisi kampus dengan akreditasi unggul serta rencana pengembangan jangka panjang hingga 2045.

“Pengembangan kampus tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Kolaborasi inilah yang menjadi kunci bagi UIN Sunan Kudus untuk menjadi kampus unggul dan berdaya saing global,” tegasnya.

Sejumlah camat yang hadir juga memberikan apresiasi dan masukan terhadap pelaksanaan KKN. Camat Bae, Safi’i, SH., menekankan pentingnya keberlanjutan program KKN di Kudus.

Menurutnya, mahasiswa bukan hanya melaksanakan program kerja, tetapi juga berperan dalam menanamkan nilai-nilai Islam moderat di tengah masyarakat.

Sementara itu, Camat Gebog, Fariq Mustofa, SH., menilai mahasiswa UIN Sunan Kudus memiliki etika baik dan diterima positif masyarakat.

Ia mendorong agar mahasiswa ikut serta dalam penanganan stunting yang masih menjadi persoalan serius di wilayahnya.

 “Kami sudah melakukan berbagai langkah, termasuk pemberian susu dan penyuluhan perkawinan bagi pasangan muda. Kami berharap mahasiswa KKN ikut mendukung program ini,” ujarnya.

Camat Kota Kudus, Andrias Wahyu Adi Setiawan, AP., menyampaikan bahwa keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari capaian program, tetapi juga dari kesan emosional yang ditinggalkan masyarakat.

“Tanda KKN berhasil adalah ketika masyarakat merasa sedih saat perpisahan, dan itu terjadi pada KKN UIN Sunan Kudus,” katanya.

Ia berharap program KKN ke depan dapat disesuaikan dengan kebutuhan desa, termasuk melibatkan fakultas tertentu sesuai konteks wilayah.

Adapun Camat Dawe, Dian Noor Tamzis Hanafi, S.STP., M.P., menyoroti kontribusi mahasiswa dalam pengembangan desa wisata dan edukasi stunting.

Kreativitas mahasiswa dinilainya sangat membantu dalam mengenalkan potensi lokal sekaligus memperkuat daya tarik wisata berbasis budaya dan alam.

Kegiatan evaluasi ini menjadi ruang refleksi bersama bagi UIN Sunan Kudus, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Semua pihak sepakat bahwa KKN harus menjadi program strategis berkelanjutan yang menempatkan mahasiswa bukan hanya sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga mitra pembangunan desa.

Dengan semangat moderasi beragama, KKN UIN Sunan Kudus 2025 diharapkan mampu melahirkan generasi mahasiswa yang berintegritas, solutif, dan adaptif dalam menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara kampus dan pemerintah daerah dalam membangun Kudus yang religius, inklusif, dan berdaya saing global. (*)

Editor : Ali Mustofa
#kampus #mahasiswa #abdurrohman kasdi #kkn #uin sunan kudus #akreditasi #kompetensi