Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Membanggakan, Desa Wisata Japan Wakili Kudus dalam Jagadhita Intercultural Festival 2025 di Bali

Andika Trisna Saputra • Jumat, 26 September 2025 | 01:08 WIB
PARADE: Mutohhar, pengelola Desa Wisata Japan foto bersama delegasi dari India di Grand Cultural Parade di Kota Singaraja, belum lama ini. (DESA WISATA JAPAN UNTUK RADAR KUDUS)
PARADE: Mutohhar, pengelola Desa Wisata Japan foto bersama delegasi dari India di Grand Cultural Parade di Kota Singaraja, belum lama ini. (DESA WISATA JAPAN UNTUK RADAR KUDUS)

DAWE – Desa Wisata Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, kembali menorehkan prestasi membanggakan.

Tahun ini, desa wisata yang dikenal dengan kekayaan seni dan tradisinya tersebut terpilih sebagai delegasi kehormatan dalam Jagadhita Intercultural Festival (JIF) 2025 yang berlangsung di Kabupaten Buleleng, Bali, pada 20–26 September 2025.

Festival berskala internasional itu menjadi panggung pertemuan budaya dari berbagai negara dan daerah.

Baca Juga: Pria 35 Tahun di Jati Kudus Akhiri Hidupnya dengan Gantung Diri

Diselenggarakan untuk kedua kalinya di Buleleng, JIF mendapat dukungan International Organization of Folk Art (IOV) – UNESCO, Pemerintah Kabupaten Buleleng, Santhi Budaya, serta Puri Kanginan Buleleng.

Gelaran ini menampilkan seni tradisi, musik, tari, hingga kuliner sebagai media persahabatan antarbangsa.

Kehadiran Kelompok Pengelola Desa Wisata Japan sebagai delegasi kehormatan menjadi sorotan tersendiri.

Mereka diundang secara khusus untuk memperkenalkan potensi budaya Kudus.

Selain menampilkan atraksi seni, rombongan membawa misi diplomasi budaya melalui kearifan lokal dan penguatan peran desa wisata dalam jejaring internasional.

“Keikutsertaan Desa Wisata Japan dalam JIF 2025 merupakan wujud nyata bahwa desa wisata dapat menjadi duta budaya yang menjembatani nilai tradisi dengan dunia internasional. Ini momentum penting untuk memperkuat identitas budaya lokal sekaligus menginspirasi masyarakat desa,” ungkap Mutohhar, pengelola Desa Wisata Japan.

Menurutnya, pengalaman ini akan menjadi bekal berharga tidak hanya bagi Desa Wisata Japan, tetapi juga desa wisata lain di Kudus dan sekitarnya.

Baca Juga: Kudus 476 Tahun, Pelepasan 4 dan 76 Burung di Patiayam Jaga Alam Lestari

Ia berharap, melalui ajang internasional tersebut, terbuka peluang jejaring baru demi pengembangan pariwisata berkelanjutan di masa depan.

Ia menambahkan, partisipasi Desa Wisata Japan menjadi bukti nyata bahwa desa wisata mampu mengambil peran strategis dalam diplomasi budaya.

Lebih dari sekadar tampil, keikutsertaan ini menjadi simbol bagaimana akar tradisi lokal dapat menjangkau dunia.

Sementara itu, Ketua Panitia JIF 2025, Nyoman Dini Andiani, menyebutkan festival ini mengundang delegasi dari sejumlah negara seperti Hungaria, China, Korea, hingga India.

Tujuan utama adalah membangun ruang pertemuan lintas budaya antara seniman, komunitas, dan masyarakat, sekaligus memperkenalkan potensi desa wisata Buleleng.

“Kami melihat Desa Wisata Japan memiliki semangat pelestarian budaya, kreativitas yang kuat, serta potensi besar untuk ditampilkan dalam konteks pertemuan seni lintas budaya. Kehadiran mereka di JIF diharapkan memperkaya pengalaman para peserta sekaligus memperkuat jejaring antar desa wisata di Indonesia,” jelas Nyoman. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#bali #desa japan #Kudus #JIF 2025 #festival