Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kudus 476 Tahun, Pelepasan 4 dan 76 Burung di Patiayam Jaga Alam Lestari

Andika Trisna Saputra • Kamis, 25 September 2025 | 06:45 WIB
TERBANG BEBAS: Pemdes Terban bersama Lesbumi melepaskan puluhan burung secara simbolis dalam rangka HUT Kudus sekaligus menjaga alam, Selasa (23/9). (LESBUMI UNTUK RADAR KUDUS)
TERBANG BEBAS: Pemdes Terban bersama Lesbumi melepaskan puluhan burung secara simbolis dalam rangka HUT Kudus sekaligus menjaga alam, Selasa (23/9). (LESBUMI UNTUK RADAR KUDUS)

JEKULO – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-476 Kabupaten Kudus diperingati dengan cara berbeda oleh Pemerintah Desa Terban bersama Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama Kudus.

Mereka menggelar prosesi simbolik pelepasan burung di kawasan Situs Patiayam, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Selasa (23/9) sore.

Sebanyak 4 ekor burung dekuku dan 76 ekor perkutut dilepasliarkan ke udara.

Baca Juga: Kecamatan Kaliwungu Kudus Luncurkan Inovasi GAPURA UNGU, Begini Penjelasannya

Angka tersebut dipilih sebagai simbol peringatan ke-476 tahun Kudus sekaligus ajakan menjaga keseimbangan ekosistem.

Prosesi dilakukan di tengah panorama Patiayam yang dikenal menyimpan kekayaan arkeologis purbakala.

Kepala Desa Terban, Supeno, menegaskan bahwa hari jadi Kudus tidak hanya sekadar dimaknai sebagai perayaan.

Lebih dari itu, peringatan harus menjadi momentum untuk merawat adab, adat, budaya, sekaligus kelestarian alam.

“Tradisi akan kehilangan makna jika alam di sekitarnya rusak. Karena itu, kalau merawat budaya sama artinya dengan menjaga alam,” ungkapnya.

Supeno juga mengungkapkan catatan pribadi terkait aktivitas serupa.

Hingga saat ini, dirinya sudah melepas lebih dari 1.670 ekor burung pada berbagai peristiwa penting.

Baca Juga: DPRD Kudus Dorong Perda Perkuat Peran BUMDes, Ini Tujuannya

Ia menyebut hal itu sebagai doa dan harapan simbolis agar Kudus tetap bebas, lestari, dan bermakna bagi generasi mendatang.

Situs Patiayam dipilih sebagai lokasi prosesi karena memiliki nilai historis tinggi.

Kawasan perbukitan ini sejak lama menjadi pusat penelitian, menyimpan fosil gajah purba, banteng, hingga hewan laut yang menandakan bentang alamnya berasal dari jutaan tahun lalu.

Ia juga menekankan harapan pada adanya langkah konkret untuk pemulihan ekologi di Kawasan Patiayam agar semakin asri dan kaya vegetasi. 

Ketua Lesbumi Kudus, Abu Hasan Asy’ari, menambahkan pelepasan burung mengingatkan masyarakat bahwa kebudayaan dan alam saling berkaitan erat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa peringatan hari jadi Kudus tidak hanya dimaknai sebatas seremoni, tetapi juga momentum merawat lingkungan yang menjadi ruang hidup masyarakat,” jelasnya.

Menurut Abu, komitmen melestarikan ekologi di Patiayam sejalan dengan upaya menjaga warisan budaya.

Dengan begitu, identitas Kudus sebagai kota yang kaya sejarah akan tetap hidup sekaligus relevan dalam menghadapi tantangan zaman. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#hari jadi kudus #jaga alam #pelepasan burung #hut kudus #Patiayam Kudus