Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jadi Inspektur Upacara HUT ke-476 Kudus, Bupati Sam’ani Ingatkan untuk Menjalankan slogan ”Harmoni dalam Toleransi”

Redaksi Radar Kudus • Rabu, 24 September 2025 | 18:39 WIB

 

KENANG PENDAHULU: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton menabur bunga di makam Bupati Kudus ketiga Kanjeng Kiai Adipati Aryocondro Negoro III.
KENANG PENDAHULU: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton menabur bunga di makam Bupati Kudus ketiga Kanjeng Kiai Adipati Aryocondro Negoro III.

KUDUS - Puncak Hari Jadi ke-476 Kabupaten Kudus ditandai dengan apel di halaman Pendapa Kabupaten Kudus kemarin pagi.

Apel ini diikuti para forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda), para aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Kudus, para guru dan pelajar, perwakilan sejumlah instansi baik negeri maupun swasta, dan perwakilan sejumlah perusahaan.

Uniknya, pada apel ini seluruh peserta mengenakan pakaian adat Kudus. Laki-laki mengenakan beskap warna biru tua dengan bawahan sarung batik dan iket di kepala.

Sedangkan perempuan mengenakan atasan beskap biru tua, jarit batik, serta penutup kepala berupa caping kalo.

Menjadi inspektur upacara, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan terima kasih atas partisipasi masyarakat yang beragam latar belakang, tapi sama-sama menjaga dan memajukan Kudus.

Sesuai dengan slogan hari jadi kali ini; Harmoni dalam Toleransi.

Bupati juga mengingatkan tentang menjalankan tema tersebut dalam kehiduan sehari-hari, agar Kudus kondusif dan nyaman.

”Banyak PR yang masih harus diselesaikan. Mulai dari sampah, normalisasi sungai, pelayanan kesehatan, hingga pendidikan. Tapi bersama kita pasti bisa,” ujarnya.

Usai apel itu, Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi beserta para manajer menyerahkan ucapan selamat hari jadi Kudus di ruang pringgitan Pendapa Kabupaten Kudus.

Dengan membawa karangan bunga anggrek bulan yang diterima Bupati sam’ani dan Wabup Bellinda.

Bunga itu memiliki tiga warna, ungu, merah muda, dan putih dengan total 17 kuntum mekar.

Makna filosofis turut disematkan yaitu tiga warna sebagai simbol toleransi dan 17 kuntum simbol dari angka 1 lambang Tuhan Yang Maha Esa.

Sedangkan 7 yang bahasa Jawa disebut pitu artinya senantiasa berharap pitulungan (pertolongan) dari Tuhan dalam setiap langkah pemimpin dan warga Kudus.

”Selamat Hari Jadi ke-746 Kabupaten Kudus dengan tema ”Harmoni dalam Toleransi” Pak Bupati Sam’ani dan Bu Wakil Bupati Bellinda.

Semoga menuju Kudus sehat terwujud, sehingga Kudus tambah maju dan sejahtera,” ucap Baehaqi.

”Terima kasih Radar Kudus. Selama ini Radar Kudus juga selalu memberi dukunga kepada pemerintah kabupaten dengan pemberitaan yang berimbang dan membangun. Semoga Radar Kudus tambah maju,” jawab Bupati Sam’ani.

Usai dari Pendapa Kudus, bupati dan wabup, forkopimda, serta tokoh masyarakat melanjutkan kegiatan dengan ziarah ke Pesarean Sedo Mukti.

Kegiatan ini dipandu oleh Temu Sunarto, juru kunci pesarean generasi ke-10.

Para pejabat daerah mengunjungi delapan makam tokoh penting di Kudus.

Meliputi, Bupati Kudus ketiga Kanjeng Kiai Adipati Aryocondro Negoro III, Bupati Kudus keempat Kanjeng Pangeran Aryo Condronegoro IV, Bupati Kudus kelima Kanjeng Tjokronegoro V, Kanjeng Raden Ayu Putri (istri bupati kelima), Bupati ke-13 Agoes Tajib, dan Bupati periode 1988-1993 dan 1993-1998 Haji Sudarsono .

Tak ketinggalan pula makam Drs. RMP Sosrokartono, tokoh intelektual besar yang juga kakak RA Kartini serta guru Ir Soekarno.

Temu Sunarto menuturkan, tradisi ziarah ini kali pertama diusulkan saat masa Bupati M. Tamzil.

”Waktu itu belum ada kegiatan seperti ini. Saya usulkan, alhamdulillah disambut baik. Pak Tamzil yang pertama kali hadir ke sini (Makam Sedo MuktiRed). Sejak saat itu, jadi agenda rutin setiap peringatan hari jadi Kudus,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya kegiatan ini, sebagai wujud menghormati pendahulu. Juga mengenang kiprah Kanjeng Kiai Adipati Aryocondro Negoro III, bupati Kudus periode 1812–1837.

Pada masa kepemimpinannya, Kudus terbebas dari kelaparan dan mencapai masa kemakmuran.

”Generasi sekarang perlu tahu, Kudus bisa maju karena jasa para leluhur,” tegasnya.

Selain para bupati, pesarean ini juga menjadi tempat peristirahatan tokoh luar biasa RMP Sosrokartono, kakak dari RA Kartini.

Sosrokartono dikenal sebagai intelektual yang menguasai 36 bahasa, wartawan pertama Indonesia, serta perintis pergerakan kemerdekaan.

Ia orang Indonesia pertama yang meraih gelar Drs di Belanda. ”Beliau ini sosok langka, berilmu tinggi, dan menjadi kebanggaan Kudus,” jelasnya. (dik)

Editor : Ali Mustofa
#bupati #masyarakat #Samani #Sarung Batik #Bellinda #pakaian adat #hari jadi