KOTA – Ribuan warga memadati Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus pada Senin (22/9) malam.
Mereka tumpah ruah mengikuti kenduri massal dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-476 Kabupaten Kudus.
Duduk bersama, menyantap tumpeng, dan memanjatkan doa menjadi wujud rasa syukur sekaligus simbol kebersamaan masyarakat Kudus.
Bupati Kudus, Samani Intakoris, mengungkapkan rasa bahagia atas lancarnya kegiatan penuh makna tersebut.
Menurutnya, doa bersama yang dipimpin para Romo Kiai, sesepuh, tokoh agama, dan masyarakat menjadi penguat harapan agar Kudus senantiasa aman dan damai.
“Alhamdulillah acara kenduri massal berjalan baik. Doa dari para tokoh agama dan masyarakat semoga menjadikan Kudus tetap aman di usia yang sepuh ini. Artinya, kita semakin dewasa menghadapi tantangan ke depan,” ujarnya.
Samani menegaskan komitmennya bersama Wakil Bupati Belinda Putri Sabrina Birton untuk memimpin Kudus secara amanah.
Dengan visi Kudus Sehat, Sejahtera, Harmoni, Taqwa, ia menekankan bahwa persatuan dalam keberagaman adalah pondasi utama pembangunan daerah.
“Walaupun berbeda suku, agama, dan latar belakang, Kudus harus tetap bersatu. Yang terpenting adalah persatuan, keamanan terjaga, ekonomi lancar, dan masyarakat sejahtera,” tambahnya.
Acara turut dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), tokoh masyarakat, serta berbagai organisasi.
Baca Juga: POTRET Bupati Sam'ani-Wabup Kudus Bellinda Melebur Bersama 10 Ribu Warga Mlampah Sesarengan
Doa bersama dipanjatkan untuk kejayaan dan kedamaian Kudus ke depan.
Wabup Belinda menyoroti pentingnya peran generasi muda menjaga budaya guyub rukun.
“Yang utama adalah kebersamaan. Generasi muda harus menjaga toleransi dalam segala hal dan terus melestarikan budaya Kudus,” katanya.
Ketua DPRD Kudus, Masan, mengapresiasi antusiasme masyarakat.
Ia menyebut, kondusivitas yang terjaga merupakan modal penting bagi pembangunan.
“Pembangunan terus kami kawal. APBD sudah disahkan, segera dilaksanakan agar ekonomi di bawah bergerak, daya beli meningkat, dan manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus, Mutrikah, menilai perayaan tahun ini lebih meriah dibanding sebelumnya.
“Konsep tumpeng tahun ini dipersiapkan langsung oleh masyarakat. Hampir semua elemen terlibat. Ini bukti bahwa kolaborasi masyarakat menjadi kunci pengembangan wisata Kudus ke depan,” terangnya.
Di akhir acara, Bupati Samani dan Wabup Belinda mencuri perhatian dengan aksi spontan memungut sampah di sekitar panggung sambil membawa kantong plastik besar.
Aksi sederhana itu menjadi teladan nyata kepedulian lingkungan sekaligus ajakan menjaga kebersihan bersama. (dik)
Editor : Mahendra Aditya