KUDUS – Laga Pegadaian Championship 2025 di Stadion Wergu Wetan, Minggu (21/9), menghadirkan pertarungan panas antara Persiku Kudus dan PSS Sleman.
Meski tampil di hadapan publik sendiri, Laskar Macan Muria harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor 1-3.
Pertandingan ini menyajikan drama sejak menit awal, gol cepat, hingga keputusan VAR yang memicu sorotan.
Gol Kilat PSS Sleman Bikin Persiku Terkejut
Sejak peluit awal berbunyi, pertandingan langsung berjalan intens. Kedua tim melancarkan serangan silih berganti, membuat tempo laga tinggi sejak menit pertama.
Namun, Persiku dikejutkan oleh gol cepat striker PSS Sleman, Gustavo Tocantins. Penyerang asal Brasil itu memanfaatkan kelengahan lini belakang tuan rumah untuk mencetak gol pada menit ke-4.
Gol tersebut sontak membuat atmosfer stadion sedikit terdiam. Meski begitu, Persiku tidak tinggal diam. Lini tengah mereka mengalirkan umpan-umpan satu-dua yang rapi untuk membongkar pertahanan Super Elang Jawa.
Igor Henrique menjadi tumpuan serangan, namun upayanya selalu digagalkan bek tangguh PSS Sleman, Cleberson.
Kepala Emas Kandaimu Samakan Kedudukan
Kerja keras Persiku akhirnya membuahkan hasil di menit 40. Berawal dari sepak pojok, Y Kandaimu sukses menanduk bola ke gawang dan menggetarkan jala PSS Sleman. Gol ini menghidupkan kembali semangat tuan rumah dan membuat laga semakin panas. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Babak Kedua: Kesalahan Fatal dan Dominasi PSS Sleman
Memasuki paruh kedua, PSS Sleman tampil lebih agresif. Tekanan mereka berbuah manis di menit 54 setelah Saiful memanfaatkan kesalahan barisan belakang Persiku. Bola liar disambar dengan dingin, membuat skor berubah menjadi 2-1 untuk tim tamu.
Dominasi PSS Sleman makin terasa setelah unggul. Persiku mencoba menekan, namun permainan mereka semakin terburu-buru.
Pada menit 75, drama terjadi ketika Frédéric Injaï dijatuhkan di kotak penalti. Wasit sempat menunda keputusan, lalu mengecek VAR sebelum akhirnya menunjuk titik putih.
Gustavo Tocantins yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Gol kedua Tocantins sekaligus mengunci kemenangan PSS Sleman menjadi 3-1.
Stadion Memanas, Suporter Masuk Lapangan
Ketertinggalan dua gol membuat suasana stadion semakin memanas. Di menit 90, pagar sisi utara jebol dan sejumlah suporter PSS Sleman merangsek masuk ke area lapangan. Meski terjadi kericuhan kecil, wasit memutuskan melanjutkan laga hingga peluit akhir.
Skor tak berubah, dan kemenangan PSS Sleman disambut riuh oleh pendukung tim tamu. Persiku harus puas menelan kekalahan di kandang sendiri.
Reaksi Pelatih dan Pemain
Pelatih Persiku, Alfiat, mengakui timnya lengah di babak kedua. “Babak pertama anak-anak bermain percaya diri. Tapi begitu kebobolan lagi, mental sedikit turun. Kami minta maaf kepada suporter karena belum bisa memberikan hasil maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, Y Kandaimu yang mencetak satu-satunya gol Persiku tetap optimistis. “Kami sebenarnya yakin bisa menang. Tapi Sleman bermain kompak dan disiplin. Kami akan perbaiki penampilan menghadapi laga melawan Persela,” tegasnya.
Laga Berikutnya Jadi Ujian Mental
Kekalahan ini membuat posisi Persiku di klasemen grup timur terancam. Pertandingan berikut melawan Persela akan menjadi ujian penting untuk mengembalikan kepercayaan diri pemain.
Dukungan suporter diharapkan kembali menghidupkan semangat Macan Muria agar bisa bangkit dari hasil buruk ini.
Editor : Mahendra Aditya