Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dinsos Kudus Pastikan Pemulihan Psikologis Anak Korban Penusukan hingga Tuntas

Andika Trisna Saputra • Jumat, 19 September 2025 | 00:48 WIB
PASCAKEJADIAN: Tampak situasi rumah duka akibat kejadian penusukan kakak beradik yang terjadi pada Sabtu malam lalu, Kamis (18/9). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
PASCAKEJADIAN: Tampak situasi rumah duka akibat kejadian penusukan kakak beradik yang terjadi pada Sabtu malam lalu, Kamis (18/9). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KOTA – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Kudus memastikan pendampingan penuh terhadap keluarga korban penusukan yang menimpa David Murdiwanto (37).

Fokus utama saat ini adalah pemulihan psikologis anak-anak korban agar tidak mengalami trauma berkepanjangan.

Perdi Wibowo, Pekerja Sosial Perlindungan Anak Dinsos Kudus, menjelaskan pihaknya telah melakukan silaturahim ke rumah keluarga korban sekaligus melakukan asesmen awal kondisi anak-anak.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Kudus Jadi Pintu Data Bantuan Subsidi Upah

Hasilnya, anak korban dinilai tidak mengalami trauma berat, namun tetap membutuhkan pendampingan secara berkala.

“Awalnya anak ini tidak mau keluar kamar dan hanya memilih tidur bersama ibunya. Tetapi alhamdulillah sekarang sudah mulai mau diajak komunikasi, bahkan bisa tersenyum,” ujar Perdi, Kamis (18/9).

Dinsos memastikan pendampingan akan terus dilakukan, baik secara psikologis maupun sosial.

Anak korban, yang berusia 11 tahun (kelas 5 SD) dan 1,5 tahun, akan mendapatkan pengawasan intensif.

“Pendampingan bisa sewaktu-waktu apabila muncul permasalahan psikologis. Kalau nantinya diperlukan layanan lanjutan, kami akan berkoordinasi dengan rumah sakit untuk penanganan psikologis lebih mendalam,” tambahnya.

Selain itu, kondisi ekonomi keluarga korban juga menjadi perhatian.

Dari hasil kunjungan, diketahui kepesertaan BPJS keluarga sudah tidak aktif.

Dinsos Kudus berkomitmen membantu mengaktifkan kembali layanan kesehatan tersebut agar keluarga mendapat jaminan medis.

“Nanti kami cek apakah mereka sudah masuk data kemiskinan atau belum. Kalau memang memenuhi syarat, akan kami usulkan mendapatkan Kartu Indonesia Sehat,” jelas Perdi.

Pendampingan ini, lanjutnya, tidak hanya dilakukan oleh Dinsos, tetapi juga melibatkan Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kudus.

Dengan demikian, penanganan bisa lebih komprehensif meliputi aspek psikologis, sosial, hingga kesehatan.

“Kami berharap jangan sampai ada trauma berkepanjangan, apalagi anak ini sempat melihat langsung kondisi ayahnya saat akan dibawa ke rumah sakit. Itu wajar membuat anak sedikit down,” ungkapnya.

Dinsos menegaskan akan terus memantau perkembangan anak korban dan mendampingi keluarga hingga kondisinya pulih.

“Kami ingin memastikan mereka tidak hanya kuat secara psikologis, tapi juga terbantu dari sisi kesehatan dan ekonomi,” katanya. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#pendampingan psikologis #anak korban #Wergu Wetan #dinsos kudus #penusukan