Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pasca Tragedi Pembunuhan Kakak Beradik di Kudus, Keluarga Terduga Pelaku Nyaris Dimassa, Rumah Kini Lengang Tanpa Aktivitas

Redaksi Radar Kudus • Kamis, 18 September 2025 | 18:43 WIB
BERBELASUNGKAWA: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris (kanan) menghadiri pemakaman duka korban penusukan di Keluruhan Wergu Wetan, Kota, Kudus.
BERBELASUNGKAWA: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris (kanan) menghadiri pemakaman duka korban penusukan di Keluruhan Wergu Wetan, Kota, Kudus.

KUDUS – Ketegangan sempat mewarnai lingkungan RT 3/ RW 1, Kelurahan Wergu Wetan, Kota, Kudus, pasca-penusukan yang menewaskan dua bersaudara, kakak beradik.

Amarah warga hampir pecah dan berujung pada aksi main hakim sendiri terhadap keluarga terduga pelaku yang dekat dari rumah korban.

Sebelumnya diberitakan, pada Minggu malam (14/9) sekitar pukul 18.30 terjadi peristiwa yang mengegerkan.

Dua warga RT 3/RW 1, Kelurahan Wergu Wetan, Kota, Kudus, David dan Dimas dibacok dan ditusuk oleh orang yang kemudian kabut.

Terduga pelaku ditengarai kuat adalah tetangga korban.

Kronologinya, terduga pelaku mendatangi korban Dimas di rumahnya. Tanpa berpikir panjang, pelaku langsung membacok dengan senjata tajam ke arah kepala korban.

Juga menusuk perut korban dengan senjata tajam yang dibawa. Korban sempat berlari meminta pertolongan ke tetangga di sekitar rumahnya.

Namun, saat itu kondisi lingkungan sedang sepi.

Sedangkan David, kakak korban yang rumahnya berdekatan mendengar suara teriakan adiknya. Dia kemudian bergegas keluar dari dapur rumahnya.

David yang hendak menolong korban, justru mendapatkan serangan juga dari pelaku. Dia ditusuk oleh pelaku.

Dari kejadian itu, Dimas meninggal dunia saat perjalanan ke Rumah Sakit Aisyiyah Kudus.

Sedangkan David sempat menjalani perawatan di rumah sakit yang sama. Namun, dia akhirnya meninggal siang harinya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus kemarin (17/9), rumah korban ramai dengan warga yang datang silih berganti untuk takziah.

Suasana duka kental terasa. Terutama dari ibu-ibu yang berkumpul di teras rumah untuk berdoa dan menguatkan keluarga korban.

Di sisi lain, rumah keluarga terduga pelaku yang berada tepat di belakang kediaman korban tampak lengang.

Pintu tertutup rapat. Hanya terlihat dua potong daster tergantung di depan. Keheningan rumah tersebut, kontras dengan ramainya rumah duka.

Adi Putranto, salah satu teman Dimas, salah satu korban, menuturkan, keluarga terduga pelaku langsung diamankan setelah kejadian.

”Kemarin saya dengar keluarganya sempat diamankan. Entah dari pihak kepolisian atau dari warga sendiri," ujarnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

"Soalnya sempat mau dihajar massa,” lanjutnya.

Adi menyebut, banyak warga mengeluhkan karakter terduga pelaku yang dikenal sulit bergaul.

”Dari dulu orangnya (terduga pelaku, Red) memang jarang kumpul sama tetangga. Banyak yang mengatakan karakternya primitif. Artinya, nggak bisa diajak bercanda. Masalah kecil sering dibesar-besarkan,” katanya.

Menurutnya, kabar tentang sifat pelaku juga ramai dibicarakan warga di media sosial (medsos). Khususnya komentar di postingan Tiktok.

Meski begitu, keberadaan keluarga terduga pelaku hingga kini belum jelas.

Ia juga mengatakan, informasi yang didapat, warga menyebut keluarga terduga mungkin dibawa aparat kepolisian untuk menghindari kericuhan lanjutan.

”Saya juga kurang begitu tahu, Mas. Karena saya bukan orang situ (sekitar rumah korban dan pelaku, Red). Saya hanya sempet denger dari warga sekitar,” katanya.

Sementara itu, Ketua RT setempat Doni Saputra belum bisa dimintai keterangan, meski sudah dihubungi dan didatangi ke rumahnya. (dik)

Editor : Ali Mustofa
#pembunuhan #tetangga #rumah sakit #senjata tajam #Kudus