Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kasus Penusukan di Kudus: Warga Terkejut, Dua Nyawa Melayang Seketika, Pelaku Diduga Tetangga

Redaksi Radar Kudus • Rabu, 17 September 2025 | 21:56 WIB

 

 

BERBELASUNGKAWA: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris (kanan) menghadiri pemakaman duka korban penusukan di Keluruhan Wergu Wetan, Kota, Kudus.
BERBELASUNGKAWA: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris (kanan) menghadiri pemakaman duka korban penusukan di Keluruhan Wergu Wetan, Kota, Kudus.

KUDUS – Tragedi penusukan yang menewaskan dua bersaudara, David Mardiyanto, 37, dan adiknya, Dimas Yanuar, 29, pada Minggu malam (14/9) sekitar pukul 18.30 WIB, menyisakan luka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan warga sekitar.

Keduanya dikenal sebagai sosok yang ramah, sopan, serta mudah bergaul dengan siapa pun.

Adi Putranto, sahabat dekat almarhum Dimas, menuturkan dirinya pernah bekerja bersama korban lebih dari dua tahun.

Baca Juga: Sudah Memakan Banyak Korban Jiwa, Kecamatan Kaliwungu Kudus Tegas Larang Jebakan Listrik Tikus di Sawah

Menurutnya, Dimas adalah pribadi hangat yang mudah akrab dengan lingkungan sekitarnya.

“Bagi saya, Dimas itu orang baik dan supel. Waktu kerja bareng selama dua tahun lebih, beliau selalu ramah,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Senin (15/9).

Ia juga mengenang David sebagai pribadi yang sopan dan selalu menyambut tamu dengan hangat setiap kali berkunjung.

Adi terakhir berkomunikasi dengan Dimas pada 25 Juni lalu. Ia menambahkan, rumah korban belakangan sering dijadikan tempat berkumpul oleh teman-temannya.

“Beberapa bulan terakhir memang sering jadi tongkrongan. Hampir tiap malam ada tiga sampai lima orang ngopi di situ,” tambahnya.

Baca Juga: Update Terkini Kasus Penusukan Kakak Beradik hingga Tewas di Kudus, Keluarga Korban Masih Syok Berat

Meski begitu, rumor tentang motif penyerangan masih simpang siur. Ada yang menyebut dendam lama, ada pula dugaan salah sasaran.

Ketua RT 3 RW 1 Kelurahan Wergu Wetan, Doni Saputra, membenarkan pelaku berinisial AB merupakan tetangga korban.

Menurutnya, korban sehari-hari dikenal sopan dan ramah, sementara pelaku cenderung tertutup dan jarang berinteraksi dengan warga.

“Hubungan mereka terlihat normal, tidak ada masalah mencolok. Korban orangnya supel, pelaku justru pendiam,” kata Doni.

Tragedi ini membuat warga kaget dan berduka. Doni menuturkan dirinya sempat menghubungi rumah sakit setelah mendapati korban dalam kondisi kritis.

Baca Juga: Panen Tembakau di Kudus Melimpah, Ternyata Hal Ini yang Menjadi Kendala Petani

Kini, David meninggalkan dua anak perempuan, sementara Dimas meninggalkan seorang anak laki-laki yang masih kecil.

Hendrik, 45, sepupu ipar korban, mengungkapkan keluarga sangat terpukul.

Istri David bahkan dikabarkan sempat pingsan ketika mendengar suaminya menjadi korban penusukan.

“Kondisi psikologis keluarga benar-benar jatuh. Mereka sulit menerima kenyataan ini,” katanya.

Ia menambahkan, peristiwa bermula saat pelaku memecahkan kaca rumah korban.

Dimas yang keluar lebih dulu langsung diserang dan mengalami luka parah di kepala. David yang berusaha menolong justru ikut tertusuk di bagian perut.

“Dari polisi katanya pelaku ada dua orang, tapi warga menyebut mungkin tiga termasuk joki motor,” ujarnya.

Meski masih dalam suasana duka, keluarga besar berharap kasus ini dapat diusut tuntas.

Baca Juga: DPRD Kudus Dorong Sinergi BUMDes Perkuat Pangan

“Harapan kami, pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku. Mereka sudah menghilangkan nyawa dua orang sekaligus,” tegas Hendrik.

Kedua korban yang dikenal sederhana kini berpulang dengan cara tragis.

Kepergian mereka meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, terutama orang tua, pasangan, dan anak-anak yang mereka tinggalkan.

Editor : Ali Mustofa
#luka parah #Almarhum #Kudus #penusukan