Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenang Dua Bersaudara Korban Penusukan hingga Tewas di Kudus, Dikenal Sosok Grapyak

Andika Trisna Saputra • Rabu, 17 September 2025 | 16:13 WIB
FOTO: Doni Saputra, Ketua RT 3 RW 1 Kelurahan Wergu Wetan saat memberikan keterangan, Senin (15/9). (GALIH ERLAMBANG W/RADAR KUDUS)
FOTO: Doni Saputra, Ketua RT 3 RW 1 Kelurahan Wergu Wetan saat memberikan keterangan, Senin (15/9). (GALIH ERLAMBANG W/RADAR KUDUS)

KUDUS – Tragedi penusukan yang merenggut nyawa dua kakak beradik, David Mardiyanto (37) dan Dimas Yanuar (29), pada Minggu malam (14/9) sekitar pukul 18.30 WIB, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, hingga warga sekitar.

Sosok keduanya dikenang sebagai pribadi yang ramah, sopan, dan mudah bergaul.

Adi Putranto, teman dekat almarhum Dimas, menuturkan bahwa dirinya pernah bekerja bersama korban selama lebih dari dua tahun.

Baca Juga: Panen Tembakau di Kudus Melimpah, Ternyata Hal Ini yang Menjadi Kendala Petani

Menurutnya, Dimas dikenal sebagai pribadi yang grapyak dan hangat terhadap teman-temannya.

“Kalau dimata saya, almarhum Dimas itu orangnya baik, gampang bergaul. Dulu saya pernah satu kerjaan dan satu mesin dengan beliau selama dua tahun setengah. Orangnya ramah sekali,” kenangnya saat ditanya melalui Whatsapp, hari ini.

Adi menambahkan, sosok David sebagai kakak juga dikenal baik dan sopan.

“Kalau almarhum Mas David itu menurut saya sopan, baik. Setiap kali saya main ke rumahnya, beliau selalu menyambut dengan ramah,” ujarnya.

Terakhir kali Adi berkomunikasi dengan Dimas melalui WhatsApp pada 25 Juni lalu.

Ia mengaku kerap bermain hingga larut malam di rumah korban tanpa ada masalah.

Namun belakangan rumah tersebut kerap menjadi tempat berkumpul teman-temannya.

Baca Juga: Mengenal Tari Baswera Ngara-Ara, Makna Refleksi Ekologis Lokal Lewat Gerakan

“Akhir-akhir ini memang sering dipakai tongkrongan, tiap malam ada saja tiga sampai lima orang karena ada warung kopi di lokasi tersebut,” tambahnya.

Meski begitu, kabar yang beredar mengenai adanya dendam lama ataupun dugaan salah sasaran masih simpang siur.

Adi hanya mendengar cerita dari kerabat bahwa pelaku dan korban pernah terlibat adu jotos di masa lalu.

“Katanya ada masalah pribadi, tapi itu sudah lama. Ada juga yang bilang salah sasaran. Saya kurang tahu pasti,” jelasnya.

Baca Juga: Meriah! Tradisi Ampyang Maulid Kudus Libatkan Mahasiswa UIN Sunan Kudus

Doni Saputra, Ketua RT 3 RW 1 Kelurahan Wergu Wetan, tempat tinggal korban, membenarkan bahwa pelaku berinisial AB merupakan tetangga korban.

Ia menyebut keseharian korban biasa saja, sering nongkrong sambil ngopi bersama teman-temannya.

“Hubungan sehari-hari mereka normal, tidak ada masalah yang kelihatan. Kalau korban, orangnya sopan, ramah. Saya juga sering nongkrong di sana, semuanya biasa saja,” kata Doni.

Doni menuturkan bahwa pelaku dikenal tertutup dan jarang berinteraksi dengan warga sekitar.

Ia juga menegaskan tidak pernah menerima laporan terkait kegaduhan dan keramaian di rumah korban.

“Kalau soal konflik sebelumnya saya tidak tahu. Pelaku jarang ngobrol dengan tetangga. Sehari-hari terlihat pendiam,” imbuhnya.

Peristiwa berdarah itu sendiri membuat warga sekitar kaget.

Doni mengaku langsung menghubungi rumah sakit ketika menemukan korban dalam kondisi terkapar tak berdaya.

Kini, keduanya meninggalkan anak-anak yang masih kecil, David dengan dua anak perempuan, dan Dimas dengan seorang anak laki-laki. (dik)

Editor : Ali Mustofa
#kakak beradik #Wergu Wetan #korban penusukan #dua bersaudara #sosok