KUDUS – Lazismu Kudus terus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah, sosial, dan pemberdayaan masyarakat melalui program Back to Masjid.
Salah satunya diwujudkan dengan pemasangan mesin pengeboran sumur bor di Masjid An-Nur, Jl. Cut Nyak Din No.113 B, Mlati Kidul, Kecamatan Kota Kudus, Minggu (7/9).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.
Baca Juga: Mediasi Masih Buntu, Warga Menuntut The Sato Hotel Rp3,7 Miliar, Ini Kata Kuasa Hukum The Sato Hotel
Kegitan tersebut melibatkan tim Lazismu Kudus bersama mitra teknis.
Proses pemasangan berjalan lancar dan diharapkan memberi manfaat jangka panjang, terutama ketersediaan air bersih bagi jamaah dan kegiatan sosial di masjid.
Manajer Lazismu Kudus, Ravitri Harvian, menegaskan bahwa program Back to Masjid bukan hanya sekadar menghadirkan fasilitas fisik, melainkan strategi menghidupkan kembali peran masjid sebagai pusat peradaban umat.
“Kami ingin memastikan masjid tidak hanya berfungsi untuk ibadah, tetapi juga sebagai tempat kebermanfaatan sosial bagi masyarakat sekitar,” ujar Ravitri, Senin (8/9).
Menurutnya, sasaran utama program ini adalah masjid dan musholla Muhammadiyah di wilayah Kabupaten Kudus.
Melalui pengadaan sumur bor, Lazismu berupaya menjawab kebutuhan dasar jamaah sekaligus memperkuat daya dukung masjid dalam menjalankan fungsi sosialnya.
Program ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kantor Layanan Lazismu PCM, LPCR Muhammadiyah Kudus, para donatur, hingga relawan.
Baca Juga: Kunjungan Menteri PU, Harapkan Logung Dongkrak Produktivitas Pertanian dan Kendali Banjir
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dalam menggerakkan filantropi Islam di daerah.
Selain bermanfaat secara langsung, inisiatif ini juga diharapkan dapat menjadi model yang direplikasi di titik-titik lain yang membutuhkan.
Lazismu Kudus membuka peluang kerja sama dengan berbagai elemen persyarikatan maupun masyarakat untuk memperluas dampak program.
“Semoga langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun masyarakat berkemajuan,” kata Ravitri. (dik)
Editor : Ali Mustofa