KUDUS – Doa bersama yang digelar Aliansi Ojek Online (Ojol) Kudus di Aula DPRD Kudus, Jumat (5/9) malam, tak hanya menjadi momentum solidaritas.
Acara yang diikuti sekitar 200 pengemudi ojol dari Grab, Gojek, dan Shopee itu juga membawa kabar baik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris memastikan seluruh pengemudi ojol akan didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
Baca Juga: DPRD Kudus Dorong Optimalisasi Retribusi Wisata
Biaya kepesertaan akan ditanggung pemerintah daerah sebagai bentuk perlindungan sosial bagi pekerja transportasi daring yang rentan kecelakaan kerja.
“Ojol ini pahlawan luar biasa. Mereka menggunakan uang pribadi lebih dulu untuk melayani konsumen. Dengan BPJS, ketika ada musibah, anak-anak mereka tetap bisa sekolah karena ada jaminan,” ujar Sam’ani di hadapan para ojol yang hadir.
Selain jaminan sosial, Pemkab bersama Forkopimda juga menyalurkan 250 paket bantuan sosial bagi para pengemudi.
Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban hidup sekaligus bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kelompok pekerja informal.
Koordinator Lapangan Aliansi Ojol Kudus, Saiful Rokhim, menyambut baik langkah tersebut.
Menurutnya, keberpihakan pemerintah sangat berarti di tengah sulitnya kondisi ekonomi dan tingginya risiko kerja.
“Kami bersyukur ada perhatian khusus bagi ojol. Ini menambah semangat kami untuk terus bekerja dengan aman dan damai,” katanya.
Baca Juga: Kudus Tambah CCTV Untuk Tingkatkan Pemantauan Lalu Lintas, Ini Titik Lokasinya
Meski digelar dalam nuansa duka untuk mendoakan rekan seprofesi yang wafat, kegiatan ini juga mempererat komunikasi antara komunitas ojol dengan pemerintah.
Saiful menegaskan aliansi ojol Kudus berkomitmen menjaga kondusivitas kota dan menolak segala bentuk kerusuhan.
Acara doa bersama berjalan khidmat dengan dukungan penuh dari Forkopimda, TNI-Polri, dan komunitas ojol.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyerukan komitmen bersama untuk menjaga Kudus tetap aman, damai, dan saling peduli. (dik)
Editor : Ali Mustofa