Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

DPRD Kudus Dorong Optimalisasi Retribusi Wisata

Andika Trisna Saputra • Sabtu, 6 September 2025 | 00:39 WIB
WISATA RELIGI: Terlihat aktivitas peziarah dan pengguna jalan di depan kawasan Wisata Religi Menara Kudus, belum lama ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
WISATA RELIGI: Terlihat aktivitas peziarah dan pengguna jalan di depan kawasan Wisata Religi Menara Kudus, belum lama ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS – Anggota Komisi B DPRD Kudus, Sayid Yunanta, mendorong pemerintah daerah untuk lebih serius mengoptimalkan sektor wisata sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurutnya, sejumlah titik wisata maupun kawasan ziarah memiliki potensi besar untuk meningkatkan pemasukan daerah jika dikelola dengan strategi yang tepat.

Sayid mencontohkan kawasan Terminal Bakalan Krapyak, jalur masuk utama bagi para peziarah ke Makam Sunan Kudus.

Baca Juga: HMI Kudus Audiensi Damai di Pendapa Kabupaten Kudus, Desak Tuntutan ini!

Selama ini, pungutan hanya terbatas pada biaya parkir.

“Padahal, dari jumlah peziarah yang datang setiap hari, ada peluang untuk menambah retribusi secara resmi tanpa memberatkan masyarakat,” ujarnya.

Selain kawasan religi, objek wisata lain yang terbukti mampu menyumbang PAD adalah Colo dan Museum Kretek.

Meski kontribusi keduanya masih memiliki jarak signifikan, Sayid menilai potensi pengembangan destinasi ini cukup menjanjikan.

“Museum Kretek menjadi wisata murah dan edukatif yang cocok untuk anak-anak dan keluarga. Jika terus dikembangkan, pengunjung akan semakin meningkat,” tambahnya.

Ia menekankan, objek wisata yang paling dibutuhkan masyarakat harus mendapat dukungan penuh, baik dari sisi anggaran maupun fasilitas.

Dengan begitu, daya tarik wisata lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang menjadi pilihan utama wisatawan.

Baca Juga: Ketenangan Warga Jadi Kunci Kudus Tetap Aman

Menurutnya, pertumbuhan kafe dan tempat singgah di kawasan Colo menjadi sinyal positif bagi perkembangan ekonomi lokal.

Namun, hal tersebut perlu diimbangi dengan penataan retribusi yang jelas agar manfaatnya juga kembali pada pembangunan daerah.

“Retribusi harus sejalan dengan kenyamanan wisatawan. Jika mereka membayar, tentu yang didapatkan harus sepadan, mulai dari fasilitas, hiburan, hingga pengalaman berwisata yang menyenangkan,” terang Sayid.

Lebih lanjut, ia menyebut sejumlah potensi wisata alam seperti Rahtawu dan destinasi lain di Kudus masih menunggu sentuhan optimalisasi.

Dengan perencanaan matang, DPRD meyakini sektor pariwisata dapat menjadi penopang PAD sekaligus motor penggerak ekonomi masyarakat. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#DPRD Kudus #tingkatkan pad #sektor wisata #retribusi wisata #Kudus