KOTA – Menjelang rencana aksi demonstrasi mahasiswa pada Kamis (4/9), Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan bahwa ketenangan masyarakat merupakan kunci utama menjaga situasi daerah tetap aman.
Ia mengajak seluruh warga tidak panik, tetap beraktivitas normal, serta tidak mudah terprovokasi kabar yang beredar.
“Besok sekolah tetap berjalan, pekerjaan tetap berjalan, pasar tetap buka, tidak ada yang berubah. Semua aktivitas masyarakat tetap seperti biasa,” ujar Sam’ani saat memberikan keterangan di Pendopo Kudus, Rabu (3/9) malam.
Baca Juga: IPNU Kudus Desak Usut Tuntas Tragedi Affan
Menurutnya, keresahan publik sering kali lebih berbahaya dibandingkan aksi itu sendiri.
Ketakutan berlebihan, isu simpang siur, maupun kabar bohong di media sosial bisa menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu.
Karena itu, ia menekankan pentingnya sikap tenang dan bijak menyikapi informasi.
“Jangan langsung percaya pada kabar yang belum jelas kebenarannya. Mari kita semua bijak bermedia sosial. Jangan sampai informasi yang belum pasti menyebar dan menimbulkan keresahan,” tegasnya.
Sam’ani juga menilai bahwa penyaluran aspirasi akan lebih baik jika dilakukan melalui mekanisme resmi seperti audiensi.
Dengan begitu, suara masyarakat tetap sampai ke pemerintah tanpa memunculkan salah paham.
“Pemerintah daerah selalu terbuka untuk menerima masukan,” ujarnya.
Baca Juga: APBD Perubahan Kudus 2025 Defisit, Pemkab Pastikan Pembangunan Tetap Merata
Selain mengedepankan pendekatan pengamanan bersama Forkopimda, Pemkab Kudus juga menggelar sholawatan dan pembacaan maulid Nabi Muhammad SAW pada malam yang sama.
Kegiatan religius itu menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan serta menjaga kedamaian di tengah dinamika sosial.
“Dengan sholawatan dan doa bersama, kita berharap Kudus tetap tenteram, mendapat syafaat Nabi Muhammad SAW, dan selalu diberkahi Allah SWT,” ucapnya.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada jajaran TNI-Polri yang siaga menjaga keamanan wilayah.
Baca Juga: Meriah! Grand Final Lomba Dialog Bahasa Jawa Dialek Muria 2025 Warnai Kudus dengan Semangat Budaya
Ia yakin dengan sinergi pemerintah, aparat, dan masyarakat, Kabupaten Kudus mampu menghadapi situasi ini secara damai.
“Kami percaya masyarakat Kudus adalah orang-orang sabar, baik, dan saling menolong. Dengan kebersamaan, kita pasti bisa menjaga daerah ini tetap kondusif,” tuturnya.
Di akhir pesannya, Sam’ani kembali menegaskan agar warga fokus pada kehidupan sehari-hari, menjaga kesehatan, serta memelihara kerukunan.
Ia optimistis dengan ketenangan dan persatuan, Kudus akan tetap menjadi daerah yang damai dan aman. (dik)
Editor : Mahendra Aditya