Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

1.700 Siswa Menari Kretek, Pecahkan Rekor MURI di Penutupan TMMD Reguler  

Galih Erlambang Wiradinata • Kamis, 21 Agustus 2025 | 21:43 WIB

MERIAH: Siswa mengikuti pemecahan rekor MURI tari Kretek di Lapangan Desa Kandangmas.
MERIAH: Siswa mengikuti pemecahan rekor MURI tari Kretek di Lapangan Desa Kandangmas.
 

KUDUS - Pencatatan rekor Museum Dunia Indonesia (MURI) berhasil dipecahkan dengan menggelar tari Kretek Kolosal yang berlangsung di Lapangan Desa Kandangmas Kamis (21/8).

Pemecahan rekor MURI ini diikuti sebanyak 1.700 penari.

Pemecahan rekor MURI ini disajikan saat penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-125 di Desa Kandangmas.

Pihak MURI memberikan penghargaan ini kepada Pangdam IV/ Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat sebagai pemrakarsa pagelaran tari kretek dengan peserta terbanyak 1.700 penari.

Peserta penari ini diikuti oleh siswa SMP di dekat lokasi.

Rinciannya peserta dari SMP 2 Kudus 80 orang, SMP 1 Jekulo 200 orang, SMP 2 Jekulo 750 orang, dan SMP 2 Dawe 730 orang.

Kepala MURI Semarang, Ari Adriani menyatakan, sebelumnya rekor MURI dicatatkan oleh Pemkab Kudus dengan peserta penari Kretek terbanyak 1.400 penari.

Namun setelah diverifikasi dari segi gerakan sudah menunjukkan perbedaan dan peserta semakin banyak.

”Kami menilai sebgai kuantitas, dan menghargai siswa belajar menari di waktu yang mepet. Juli diusulkan dan Agustus dilaksanakan,” katanya.

Rekor MURI ini diberikan sebagai bentuk penghargaan kearifan lokal daerah. Sebagai bangsa yang besar mau menghargai kebudayaan bangsanya sendiri.

Ari menambahkan, rekor ini tidak hanya dicatatkan sebagai rekor nasional saja. Namun juga dicatatkan sebagai pemecahan rekor tingkat dunia.

”Kalau yang di Alun-alun dengan persiapan matang, dan baju adat Kudusan. Di sini juga sebagian mengenakan baju adat Kudusan dan pesertanya cukup banyak,” katanya.

Sementara itu, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat mengatakan, mengapresiasi pemecahan MURI tersebut.

Siswa telah berusaha keras untuk belajar menari Kretek dengan persiapan yang cukup mepet.

”Ini kami hargai, karena semua daerah tidak bisa berbuat seperti itu. Karena harus punya inisiatif dan upaya,” katanya.

Dia menilai, Tari Kretek ini adalah budaya asli Kabupaten Kudus.

Lewat pemecahan rekor MURI tersebut, kearifan lokal ini bisa terus dilestarikan oleh generasi muda. (gal)

Editor : Ali Mustofa
#rekor muri #tari kretek #jawa tengah #Kudus