JEKULO – Warga RT 4 RW 2 Dukuh Pecinan, Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kudus, menampilkan inovasi unik dalam perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tahun ini, mereka menghadirkan gapura hias sepanjang 250 meter yang dilengkapi sistem pencahayaan otomatis berbasis kontrol Arduino.
Ketua RT 4/2, Adittiya Eko Saputro, menjelaskan proses pengerjaan dimulai sejak 7 Juli hingga 31 Juli.
Baca Juga: Bupati Kudus Copot Direktur Perusda Percetakan, Ada Apa?
Pembuatan dilakukan bertahap, mulai dari anyaman bambu, pemasangan pitingan, hingga instalasi listrik.
“Lampu menyala otomatis pukul 17.30 WIB dan mati pukul 05.30 WIB menggunakan timer. Sedangkan saat hujan, sensor akan mematikan listrik demi keamanan,” ungkapnya.
Gang tersebut memanfaatkan 200 bohlam, termasuk 60 lampu warna-warni, serta 120 lampion.
Seluruh bahan hiasan ramah lingkungan, bahkan sebagian berasal dari barang bekas seperti botol kaca.
Anyaman janur kuning dan bambu menjadi elemen utama, yang memiliki makna filosofis mendalam.
“Bambu mencerminkan gotong royong, kain poleng melambangkan sisi baik dan buruk manusia, sedangkan janur kuning berarti ketulusan,” ujar Adittiya.
Hiasan ini dikerjakan lebih dari 40 warga secara bergotong-royong setiap malam pukul 18.00–22.00 WIB.
Baca Juga: DPRD Kudus Fokus Tekan Kemiskinan dan Inflasi Sesuai Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo
Total biaya yang dihabiskan mencapai sekitar Rp30 juta, bersumber dari iuran warga dan dukungan pemuda setempat.
Warga mengaku semangatnya tak hanya untuk estetika, tapi juga untuk mempererat kebersamaan dan membangkitkan semangat kemerdekaan.
Tradisi menghias gapura ini sudah berlangsung selama enam tahun, dengan tema yang berbeda setiap tahunnya.
Menurut Adittiya, antusiasme warga menjadi motivasi utama untuk terus menghadirkan kreasi baru setiap peringatan 17 Agustus.
Baca Juga: Masih di Level Pratama, Kudus Siapkan Strategi Baru Biar Lolos KLA Madya
Selain hiasan, perayaan juga akan diwarnai berbagai lomba rakyat pada Minggu (17/8) mendatang.
Mulai dari makan kerupuk, lomba kelereng, mengisi air dalam botol, memasukkan pensil ke botol, hingga panjat pinang.
“Harapannya, tahun depan bisa lebih meriah lagi,” kata Adittiya. (dik)
Editor : Mahendra Aditya