KUDUS – Kabupaten Kudus kembali meraih predikat Pratama dalam penilaian Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2025.
Hasil ini membuat Kudus belum mampu naik ke level Madya, Nindya, atau Utama seperti yang diharapkan.
Plt Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DINSOS P3AP2KB) Kudus, Satria Agus Himawan, membenarkan capaian tersebut.
“Ini kemarin hasilnya masih di Pratama. Nanti kita tingkatkan secara administrasi,” ujarnya, baru-baru ini.
Satria menjelaskan, meski di lapangan berbagai program telah dijalankan, kelengkapan dokumen administratif menjadi hambatan utama yang membuat Kudus gagal naik peringkat.
“Secara realita kita sudah melaksanakan, tapi kan administrasi yang dikirimkan mungkin belum lengkap,” terangnya.
Penilaian KLA sendiri mempertimbangkan sejumlah indikator, mulai dari pemenuhan hak anak, perlindungan khusus, hingga peran serta masyarakat.
Semua indikator tersebut memerlukan bukti administrasi yang rapi dan terukur untuk mendapatkan poin penilaian maksimal.
Menurutnya, tahun ini menjadi momentum evaluasi agar Kudus bisa lebih siap pada penilaian berikutnya.
Persoalan administratif akan menjadi fokus pembenahan utama.
Baca Juga: Charlie Setia Band & Guyon Waton Siap Guncang Kudus di HUT ke-476, Catat Jadwalnya!
“Ke depan, kita akan siapkan dokumen lebih baik,” tegasnya.
Sebagai langkah strategis, DINSOS P3AP2KB Kudus berencana membangun dashboard khusus untuk memantau penanganan isu-isu terkait KLA secara real-time.
Dashboard ini diharapkan mempermudah koordinasi antarinstansi dan memastikan semua indikator tercatat dengan baik.
“Dengan dashboard ini, kami bisa memantau progres dan kendala di setiap indikator KLA. Harapannya, Kudus bisa naik peringkat pada tahun depan,” kata Satria. (dik)
Editor : Mahendra Aditya