DAWE – DPRD Kabupaten Kudus menegaskan komitmennya untuk mendorong pembangunan infrastruktur pertanian.
Hal tersebut sebagai langkah strategis meningkatkan produktivitas dan daya saing hasil tani lokal.
Infrastruktur yang memadai diyakini akan memangkas biaya distribusi dan menjaga kualitas panen hingga ke tangan konsumen.
Baca Juga: Lima Jabatan Strategis Kudus Masih Kosong, Ini Daftarnya!
Sekretaris Komisi B DPRD Kudus, Sutriyono, mengatakan akses jalan yang baik memegang peranan penting dalam memperlancar transportasi hasil pertanian.
“Ini sangat membantu kelancaran pengiriman hasil tani sekaligus mempermudah hubungan antarwilayah,” ujar Sutriyono usai meninjau program TMMD di Desa Kandangmas, Selasa (12/8).
Menurutnya, penguatan infrastruktur pertanian tak hanya berpengaruh pada sektor ekonomi, tetapi juga menjadi penopang ketahanan pangan daerah.
Dengan distribusi yang lancar, pasokan pangan tetap terjaga meski musim panen berlangsung serentak.
DPRD, kata Sutriyono, akan terus mengoptimalkan fungsi penganggaran untuk mendukung program-program pembangunan infrastruktur yang menyasar daerah-daerah potensial.
Fokusnya, memastikan wilayah yang selama ini kurang tersentuh pembangunan bisa mendapatkan perhatian yang layak.
“Contohnya di daerah bagian atas Kudus. Bukan berarti tidak ada perhatian, tetapi memang ada skala prioritas. Daerah seperti ini membutuhkan dukungan infrastruktur agar pertanian berkembang,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterbatasan anggaran desa kerap menjadi penghambat pembangunan infrastruktur pertanian.
Oleh sebab itu, sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD sangat diperlukan untuk mempercepat pemerataan pembangunan.
Sutriyono menyebut, salah satu program yang turut membantu percepatan infrastruktur di daerah adalah TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Meski bukan program khusus pertanian, TMMD dinilai efektif membuka akses jalan yang menunjang distribusi hasil panen. (dik)
Editor : Mahendra Aditya