DAWE – Lereng Muria kembali hidup dengan semangat perayaan tradisi wiwit kopi di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kudus, Sabtu (9/8).
Setelah vakum 15 tahun, tradisi budaya yang menandai awal musim panen kopi ini hadir bukan hanya sebagai simbol syukur petani, tetapi juga sebagai magnet baru pariwisata.
Perayaan tahun ini disambut antusias warga dan pengunjung.
Baca Juga: Masjid Besar Darussalam Gondosari Kudus Jadi Pusat Pemberdayaan Umat, Ini Program Unggulannya
Selain kirab dan tarian tradisional, pengunjung juga dapat menikmati kopi Muria langsung dari sumbernya, menambah pengalaman autentik yang jarang ditemukan di tempat lain.
Berlokasi di Bukit Guyangan, prosesi dimulai dengan kirab gunungan hasil bumi dan kopi, diiringi pementasan tari wiwit kopi.
Ada juga simbolis ngruwok kopi, yaitu memetik langsung dari kebun, yang dilakukan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama petani setempat.
Ketua Desa Wisata Japan, Mutohar, mengatakan kebangkitan tradisi ini menjadi momen strategis untuk memadukan potensi kopi dengan promosi wisata.
“Selain nilai ekonomis panen, ini adalah warisan budaya yang bisa mengundang wisatawan untuk datang dan merasakan langsung atmosfer negeri kopi,” ujarnya.
Bupati Sam’ani menyambut positif kegiatan tersebut dan menilai Gunung Muria menyimpan potensi besar.
Menurutnya, Desa Japan bersama daerah lain seperti Rahtawu dan Colo dapat menjadi destinasi unggulan kopi Kudus.
Baca Juga: Tukang Becak di Kudus Tewas Mendadak, Tiba-Tiba Ambruk dari Sadel, Begini Kronologinya
“Jika dikelola baik, kopi Muria bisa menjadi ikon baru pariwisata, sekaligus mendorong rebranding kopi Kudus,” katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus, Mutrikah, melihat peluang besar di balik kembalinya wiwit kopi.
Ia menilai acara ini dapat menjadi atraksi tahunan yang mendongkrak kunjungan wisata sekaligus memberdayakan pelaku UMKM kopi.
“Harapannya, petani semakin termotivasi mengeksplorasi kopi Muria sehingga mendapat nilai tambah dan UMKM kopi naik kelas,” ungkapnya.
Baca Juga: NDX A.K.A Meriahkan Puncak HUT RI di Kudus, Catat Tanggalnya
Ia menambahkan, dengan dukungan pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku pariwisata, tradisi wiwit kopi di Desa Japan berpotensi menjadi kalender event tahunan.
Event tersebut menggabungkan budaya, ekonomi, dan pariwisata, sekaligus menguatkan citra Kudus sebagai negeri kopi di lereng Muria. (dik)
Editor : Mahendra Aditya