KUDUS – Masjid Besar Darussalam, Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, menggelar Workshop “1 Day Manajemen Masjid Modern” pada Jumat (8/8) pukul 13.00–18.10 WIB.
Acara ini dihadiri 80 peserta yang merupakan delegasi dari masjid jami’ se-Kabupaten Kudus, masing-masing mengirimkan dua orang perwakilan.
Ketua panitia sekaligus Takmir Masjid Besar Darussalam, Noor Rohmad, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menyegarkan pemahaman para pengelola masjid agar mampu menerapkan manajemen profesional, modern, dan berbasis syariah.
Baca Juga: Tukang Becak di Kudus Tewas Mendadak, Tiba-Tiba Ambruk dari Sadel, Begini Kronologinya
“Kami ingin masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan masyarakat, baik ekonomi, sosial, pendidikan, maupun pemerintahan. Ini sudah dicontohkan Nabi Muhammad SAW sejak dulu,” ungkapnya.
Tiga pemateri dari Masjid Raya Bintaro Jaya dihadirkan untuk berbagi praktik terbaik pengelolaan masjid modern.
Materi yang disampaikan meliputi pembentukan struktur organisasi, perancangan program berkelanjutan, pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, pengelolaan baitul mal, pendataan mustahik dan muzaki, hingga strategi penggalangan dana digital melalui platform kitabisa.com.
"Rencana awal itu enam pemateri, namun waktunya tidak mencukupi, akhirnya hanya tiga yang menjadi narasumber," jelasnya.
Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan adalah pembukaan Bank Infaq tanpa bunga, dengan sasaran utama pedagang kecil.
Program tersebut tidak ada bunga dan perjanjian peminjamannya hanya perlu disumpah (bai'at).
Program ini terinspirasi dari Masjid Raya Bintaro Jaya yang membina 6.000 penerima manfaat di Jakarta, termasuk masyarakat yang terjerat pinjaman online (pinjol).
Baca Juga: NDX A.K.A Meriahkan Puncak HUT RI di Kudus, Catat Tanggalnya
“Kami ingin masyarakat Kudus, khususnya di sekitar masjid, bisa mandiri dan terbebas dari jeratan pinjol,” jelas Noor Rohmad.
Masjid Besar Darussalam juga mulai menerapkan kotak amal berbasis QRIS untuk memudahkan donasi.
Ke depan, pengurus menargetkan pembangunan gedung serba guna atau mess di atas tanah wakaf yang terletak di samping masjid.
Saat ini masjid modern seperti Masjid Al Falah di Sragen, Jogo Karyan di Yogyakarta, dan Namira di Lamongan.
Baca Juga: Jumlah Angkot di Kudus Menyusut, Organda Usulkan Angkutan Pelajar di Kudus
Selain fokus pada ekonomi umat, masjid ini telah rutin mengadakan pelayanan pengobatan gratis bekerja sama dengan Puskesmas Gebog.
Kegiatan yang melayani sekitar 200 pasien ini digelar setiap bulan, tepatnya pada Jumat Pahing.
“Kami juga terus mengajak masyarakat sekitar untuk aktif di masjid, agar tujuan akhirnya, yakni mendekatkan diri kepada Tuhan, bisa tercapai,” tambah Noor Rohmad.
Ia menambahkan, dengan langkah-langkah tersebut, Masjid Besar Darussalam menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat pemberdayaan umat sekaligus inspirasi bagi masjid-masjid lain di Kudus. (dik)
Editor : Mahendra Aditya