KUDUS – Upaya membangun kemandirian sekolah dalam menghadapi bencana mulai digencarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus.
Salah satu langkah konkret dilakukan melalui kegiatan pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang dilaksanakan di SMP 2 Bae dan SMP 3 Bae selama dua hari, mulai Selasa hingga Rabu (5–6/8).
Kalakhar BPBD Kudus, Mundir, melalui Kasi Kesiapsiagaan Retno Tunjung Sari mengatakan kegiatan ini bertujuan membekali siswa, guru, dan staf sekolah agar mampu melakukan evakuasi mandiri saat terjadi bencana.
Baca Juga: Kesbangpol Kudus Beri Imbauan Ini Terkait Kasus LSL, Begini Katanya
“Melalui SPAB, siswa bisa menyelamatkan diri sendiri dan membantu orang lain. Ini untuk meminimalisir risiko dan dampak saat bencana terjadi,” ujarnya.
Hari pertama kegiatan diisi dengan sosialisasi mengenai landasan SPAB dan penyusunan dokumen kebencanaan sekolah.
Sementara di hari kedua, digelar simulasi penanganan bencana cuaca ekstrem berupa angin kencang.
Simulasi ini langsung melibatkan beberapa siswa, guru, dan seluruh elemen sekolah.
“Alhamdulillah, hari ini sudah terbentuk Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS) di SMP 2 Bae, yang menandai bahwa sekolah ini resmi menjadi bagian dari SPAB,” ungkap Retno.
BPBD Kudus juga menekankan pentingnya kemandirian sekolah dalam proses evakuasi awal.
Namun, jika dibutuhkan, BPBD bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain akan siap memberikan bantuan.
Baca Juga: Kopi Muria Panen Raya! Petik 50 Kg Sehari, Tapi Harga Jualnya Malah Turun
Harapannya, seluruh sekolah di Kudus ke depan bisa memiliki SPAB sehingga mampu memberikan perlindungan optimal, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak.
Kepala SMP 2 Bae, Yusro, mengaku sangat mengapresiasi pelatihan ini.
“Ini pengalaman kedua saya mengikuti pelatihan SPAB. Dulu saat jadi kepala SMP 3 Satap Gebog, ancamannya beda. Kalau di sini (SMP 2 Bae) mungkin angin kencang atau pohon tumbang. Tapi sekarang kami lebih siap,” katanya.
Yusro menambahkan, pelatihan ini membuat siswa lebih memahami peta evakuasi, titik kumpul, hingga cara menyelamatkan diri maupun membantu teman saat bencana terjadi.
Baca Juga: Gudang Ampas Kopi Terbakar di Gondangmanis, Kudus, Berikut Ini Kronologinya
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dari risiko bencana,” tandasnya.
BPBD mencatat bahwa wilayah Kudus memiliki tujuh potensi bencana.
Namun khususnya untuk wilayah SMP 2 dan 3 Bae, potensi bencananya adalah angin kencang, cuaca ekstrem, dan gempa bumi. (dik)
Editor : Ali Mustofa