Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kesbangpol Kudus Beri Imbauan Ini Terkait Kasus LSL, Begini Katanya

Andika Trisna Saputra • Rabu, 6 Agustus 2025 | 00:33 WIB
FOTO: Potret Kepala Kesbangpol Kudus, Mochammad Fitriyanto belum lama ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RAFAR KUDUS)
FOTO: Potret Kepala Kesbangpol Kudus, Mochammad Fitriyanto belum lama ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RAFAR KUDUS)

KOTA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kudus mengimbau orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan dalam mengawasi pergaulan anak-anak mereka.

Imbauan ini menyusul temuan perilaku Lelaki Seks Lelaki (LSL) di wilayah Kudus yang dinilai berpotensi menimbulkan dampak negatif, baik secara kesehatan maupun moral.

Kepala Kesbangpol Kudus, Mochammad Fitriyanto, menjelaskan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus (DKK) dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) untuk melakukan identifikasi serta pemetaan terhadap individu dan wilayah terkait perilaku tersebut.

Baca Juga: Gudang Ampas Kopi Terbakar di Gondangmanis, Kudus, Berikut Ini Kronologinya

“Dari DKK sudah dilakukan penelusuran dan penyuluhan. Kami juga aktif menyampaikan imbauan baik dalam forum resmi maupun nonresmi,” ujarnya.

Fitriyanto menekankan, pengawasan dari orang tua menjadi kunci utama dalam mencegah anak-anak terjerumus dalam perilaku menyimpang.

Selain LSL, ia juga menyoroti ancaman lain seperti balap liar dan penyalahgunaan narkoba yang semakin marak.

“Orang tua harus jadi pionir dalam menjaga anak-anaknya. Waspadai jika anak belum pulang di atas jam 10 malam. Itu bisa menjadi tanda adanya aktivitas mencurigakan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kontrol terhadap penggunaan gawai.

Menurutnya, telepon pintar bisa menjadi celah masuknya konten negatif jika tidak diawasi secara ketat oleh orang tua.

“HP itu seperti pisau bermata dua. Bisa untuk belajar, bisa juga membawa anak ke konten yang tidak pantas. Maka harus diawasi betul,” tegasnya.

Baca Juga: Terbengkalai Bertahun-tahun, Puluhan Gamelan di Kudus Dibersihkan, Ini Alasannya

Kesbangpol menilai upaya menjaga moral generasi muda tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah.

Perlu ada sinergi antara sekolah, tokoh masyarakat, dan terutama keluarga sebagai lingkungan terkecil dan terdekat dengan anak.

“Edukasi dan penyuluhan sudah kami lakukan. Tapi tidak bisa efektif tanpa peran aktif orang tua. Jadi ini pekerjaan bersama demi masa depan generasi kita,” katanya.

Ia berharap dengan sinergi semua pihak, Kudus bisa terhindar dari ancaman pergaulan bebas dan perilaku menyimpang.

“Membangun generasi emas bukan hanya soal pendidikan formal, tapi juga menjaga lingkungan sosial dan moral mereka agar tetap sehat dan berakhlak,” kata Fitriyanto. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#imbauan #kesbangpol #lsl #Kudus #perilaku menyimpang