KUDUS – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, mulai melakukan perbaikan terhadap sekolah rusak.
Beberapa sekolah telah memasuki tahap pengerjaan fisik sejak pertengahan Juli 2025.
Kabid Dikdas Disdikpora Kudus Anggun Nugroho mengatakan, pada tahun ini, terdapat 58 sekolah rusak yang akan dilakukan perbaikan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sekitar Rp 9,3 miliar.
Ia menyebutkan, dari 58 sekolah rusak tersebut, sebanyak 25 sekolah diantaranya telah memasuki tahap pengerjaan fisik.
Sementara sisanya, masih berproses pada tahap tender atau pengadaan barang dan jasa.
“Untuk rehab tahun ini bervariasi, ada yang fokus ruang kelas, atap, peninggian bangunan, dan lainnya. Sekitar 25 sekolah sudah berjalan (proses perbaikan fisik),” tuturnya, Sabtu, 2 Agustus 2025.
Untuk anggaran perbaikan masing-masing sekolah, berkisar pada rata-rata sekitar Rp 200 juta.
Sementara untuk sekolah rusak yang menelan anggaran terbesar yakni ada di SD 1 Terban, dengan alokasi anggaran sekitar Rp 800 juta.
“Yang terberat (kerusakan) di SD 1 Terban, itu perbaikan beberapa ruang kelas. Ini masih proses tender, dalam waktu tiga minggu ke depan mungkin sudah mulai perbaikan,” tandasnya.
Untuk sekolah rusak lain yang masih proses tender, Anggun menjelaskan, selambatnya pada awal September 2025, ditargetkan sudah mulai perbaikan fisik semuanya.
Sehingga, sebelum akhir tahun, rehab sekolah sudah tuntas.
Untuk perbaikan sekolah rata-rata 60 hari kerja, tergantung dari kerusakannya.
Selain anggaran Rp 9,3 miliar dari APBD, Anggun membeberkan bahwa Disdikpora Kudus juga mendapatkan alokasi anggaran untuk pemeliharaan sekolah rusak dari Perubahan APBD Tahun 2025 sebesar Rp 700 juta.
“Anggaran pemeliharaan ini untuk memperbaiki sekolah-sekolah dengan kerusakan yang mendadak, urgen, dan tidak ter-cover anggaran APBD Murni,” imbuhnya.
Harapannya, dengan upaya perbaikan sekolah rusak ini, dapat membuat sarana dan prasaran (sarpras) menjadi aman dan nyaman bagi kegiatan pembelajaran.
Guru dan siswa tidak perlu khawatir dengan kondisi sarpras yang sudah diperbaiki. (san)
Editor : Ali Mustofa