KOTA – Lebih dari 50 perangkat ansambel gamelan yang dulunya mengiringi upacara sakral di Pendapa Kabupaten Kudus kini mangkrak dan berdebu.
Teronggok di gudang belakang Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), gamelan itu mulai dibersihkan sejak Senin (4/8), bukan untuk difungsikan kembali, melainkan akan dijadikan benda pusaka dan pajangan.
Dua pekerja tampak sibuk membersihkan alat-alat musik tradisional seperti bonang, kenong, gender, saron, hingga gong dengan amplas dan lap kering.
Baca Juga: Kostum dari Barang Bekas Ramaikan Kirab Saparan Ngembal Kulon, Ini Penampakannya!
Selama satu minggu ke depan, pembersihan ini akan dilakukan menyeluruh, meskipun sejumlah bagian sudah hilang dan tidak bisa digunakan kembali.
Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Kudus, Bambang Widyanarko menjelaskan, gamelan tersebut sudah lama tidak dipakai dan kondisinya kian menua.
Oleh karena itu, Pemkab memutuskan untuk menjadikannya benda pusaka sebagai bagian dari estetika dan filosofi Pendapa Kudus.
“Kalau difungsikan ulang sepertinya tidak bisa, karena bunyinya sudah berbeda. Selain itu, biaya restorasi terlalu besar dan terbatas regulasi. Maka cukup dibersihkan dan ditata kembali,” ujarnya.
Menurut Bambang, gamelan bukan sekadar alat musik.
Keberadaannya menjadi simbol sakral yang merepresentasikan nilai-nilai budaya dan kehormatan sebuah pendapa.
Ia juga mengungkap, gamelan tersebut dibuat dari kuningan berkualitas tinggi, dan dulunya dimainkan oleh generasi pertama seperti Mbah Bejo dan anaknya, Suparto.
Baca Juga: Wiwit Kopi Kembali Digelar! Desa Japan Kudus Siap Sambut Panen Raya Kopi Muria
“Setelah mereka tidak aktif, gamelan ini dibiarkan. Padahal sakralnya pendapa juga dari gamelan dan unsur kejawen. Ini menunjukkan pendapa bukan bangunan kosong, tapi punya roh kebudayaan,” imbuhnya.
Juru bersih gamelan, Waris (66), mengatakan bahwa tidak semua alat gamelan tersisa dalam kondisi lengkap.
Beberapa instrumen seperti demung hanya tinggal satu, saron dan slenteng hilang, gender pun tinggal tiga buah.
“Yang lain masih utuh, dan akan kami bersihkan sampai seminggu ke depan. Rencananya nanti ditata di pojok kiri Pendapa seperti semula,” katanya. (dik)
Editor : Mahendra Aditya