Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kostum dari Barang Bekas Ramaikan Kirab Saparan Ngembal Kulon, Ini Penampakannya!

Andika Trisna Saputra • Senin, 4 Agustus 2025 | 01:30 WIB
KREATIF: Peserta kirab budaya Saparan Ngembal Kulon mengenakan pakaian dari barang bekas, siang ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
KREATIF: Peserta kirab budaya Saparan Ngembal Kulon mengenakan pakaian dari barang bekas, siang ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

JATI – Tradisi Saparan di Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, tahun ini tampil berbeda dan sarat pesan lingkungan.

Melalui Kirab Budaya Saparan yang digelar Minggu (3/8), masyarakat setempat menunjukkan kesadaran kolektif untuk mencintai budaya sekaligus menjaga alam dari ancaman sampah plastik.

Kirab budaya yang biasanya diwarnai arak-arakan hasil bumi dan kesenian tradisional, kini semakin semarak dengan peragaan busana dari limbah bekas.

Baca Juga: Wiwit Kopi Kembali Digelar! Desa Japan Kudus Siap Sambut Panen Raya Kopi Muria

Sejumlah pemuda dan pemudi desa tampil percaya diri mengenakan kostum hasil kreasi dari koran bekas, botol plastik, hingga karung goni.

Lewat kostum yang dikenakan, peserta kirab ingin menyadarkan kepada masyarakat luas untuk ikut serta dalam pengurangan sampah plastik dan menjaga kelestarian lingkungan.

“Semua bahan kostum kami buat dari limbah rumah tangga. Selain hemat, juga mengurangi sampah yang menumpuk di sekitar,” kata Cindy Amalia (22), salah satu peserta fashion show yang mengenakan gaun berbahan dasar botol bekas dan karung bawang.

Cindy mengaku terlibat penuh sejak tahap desain bersama ibu-ibu PKK desa.

Kostum-kostum unik tersebut merupakan hasil pemberdayaan kelompok ibu rumah tangga dan PKK Desa Ngembal Kulon.

Dengan keterampilan menjahit dan kreativitas tinggi, mereka menyulap limbah tak terpakai menjadi busana penuh nilai seni yang turut memperindah jalannya kirab.

Kepala Desa Ngembal Kulon, Mohammad Khanafi, menjelaskan bahwa Kirab Saparan merupakan tradisi tahunan yang digelar setiap bulan Safar dalam kalender Islam.

Baca Juga: Edukasi Kebencanaan, SPAB SMAN 1 Kudus Dibentuk, Ini Tujuannya!

Perayaan ini juga menjadi bentuk penghormatan terhadap empat leluhur desa, termasuk Mbah Poncowati, sosok pangeran dan tokoh spiritual yang dipercaya hidup sebelum era Sunan Kudus.

Pihaknya juga menggelar fashion show limbah bekas sebagai rangkaian Kirab Saparan supaya masyarakat ikut terpantik memilah sampah sejak dini.

“Tahun ini kami padukan tradisi dengan pesan lingkungan. Kirab ini bukan sekadar seremoni, tapi ajakan untuk memilah sampah sejak dari rumah,” ujar Khanafi.

Kirab yang diikuti lebih dari 20 kontingen ini berlangsung meriah dan menyedot antusiasme ribuan warga.

Baca Juga: Ada Car Free Night, Dishub Kudus Tutup Jalan dr. Ramelan, Ini Jalur Rekayasa Arus Lalu Lintasnya!!

Di samping menjaga budaya, kegiatan ini juga mendorong ekonomi kreatif lokal lewat produk fashion berbasis daur ulang yang digarap warga secara kolektif dalam kirab budaya. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#ramah lingkungan #kirab saparan #kostum #Ngembal Kulon #barang bekas