KUDUS - Upaya meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di tengah tuntutan digitalisasi dan akses ke layanan keuangan formal diwujudkan oleh tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Muria Kudus (UMK) melalui kegiatan bertajuk 'Fasilitasi Akses Perbankan, Pelatihan Pemasaran E-Commerce, dan Pembuatan E-Katalog Digital'.
Kegiatan ini merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) yang menyasar pelaku UKM dari berbagai sektor di wilayah Kabupaten Kudus.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Juli 2025 ini bertujuan untuk mendorong transformasi digital UKM sekaligus meningkatkan inklusi keuangan melalui kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan pelaku usaha lokal.
Ketergantungan pelaku UKM pada metode pemasaran konvensional serta minimnya pemanfaatan layanan perbankan mengakibatkan mereka berisiko tertinggal dalam dinamika persaingan global.
Salah satu pelaksana, Ratri Rahmawati, S.T., M.Sc. menjelaskan bahwa pelatihan e-commerce dan pembuatan e-katalog digital menjadi media penting untuk membuka akses pasar yang lebih luas.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membantu UKM agar dapat memperluas jangkauan pasar mereka melalui platform digital,” jelasnya.
Pembuatan e-katalog menjadi sarana yang strategis untuk memperkenalkan produk secara lebih luas, visual, dan profesional, sehingga dapat menarik minat pembeli dari luar daerah.
Ketua pelaksana, Budi Gunawan, S.T., M.T. menambahkan kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi bagian dari komitmen kampus dalam mendampingi UKM agar lebih siap menghadapi tantangan industri saat ini.
“Program ini adalah bagian dari pengabdian masyarakat dosen UMK yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun anggaran 2025,” kata Budi.
Selain pelatihan digital marketing dan pembuatan e-katalog, kami juga memberikan pendampingan untuk akses layanan perbankan agar pelaku UKM dapat melakukan pencatatan keuangan dengan baik, mengakses pinjaman usaha, serta memudahkan transaksi dengan pelanggan dan mitra.
Salah satu pemilik UKM peserta pelatihan menyampaikan apresiasinya atas manfaat nyata dari kegiatan ini.
“Kami merasa sangat terbantu. Selama ini hanya jualan lewat mulut ke mulut dan grup WA. Sekarang saya paham bagaimana membuat katalog yang menarik dan bisa mulai jualan di marketplace seperti Shopee dan Tokopedia,” ujarnya.
Anggota tim pengabdian lainnya, Heni Risnawati, S.E., M.Si., Akt. menambahkan bahwa penting bagi UKM untuk mulai mengakses layanan keuangan formal agar keberlangsungan usaha lebih terjamin.
“Kami mendampingi peserta secara praktis untuk membuka rekening atas nama usaha, memahami pentingnya pencatatan keuangan, dan mengenalkan layanan digital banking. Hal ini adalah langkah awal agar mereka bisa naik kelas dan mudah mengakses pembiayaan dari lembaga resmi,” terangnya.
Sementara itu, Diana Laily Fithri, S.Kom., M.Kom. menyoroti bahwa transformasi digital bukan hanya tren, melainkan kebutuhan.
“UKM harus mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang kini banyak mencari produk lewat internet. Pemanfaatan e-katalog dan platform digital memungkinkan produk-produk lokal menjangkau pasar nasional, bahkan internasional. Ini merupakan bagian dari upaya penguatan ekonomi lokal berbasis digital,” tuturnya.
Program ini dilaksanakan oleh tim dosen lintas perguruan tinggi yang terdiri atas empat orang dosen dari Universitas Muria Kudus (UMK) dan Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), serta melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi.
Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini juga mendapatkan pengakuan akademik melalui rekognisi mata kuliah.
Pendanaan kegiatan ini berasal dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun anggaran 2025.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata semangat kolaborasi dan pemberdayaan, sekaligus mencerminkan peran aktif perguruan tinggi dalam mendorong penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Harapannya, inisiatif serupa dapat terus diperluas dan direplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia. (san)
Editor : Mahendra Aditya