Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kudus Dorong Sekolah Aman Bencana dan Inklusif, Ini Tujuannya!

Andika Trisna Saputra • Selasa, 29 Juli 2025 | 17:03 WIB
SOSIALISASI: Tiga pemateri akan menjelaskan dalam sosialisasi SPAB di Pendapa Kabupaten Kudus, pagi ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
SOSIALISASI: Tiga pemateri akan menjelaskan dalam sosialisasi SPAB di Pendapa Kabupaten Kudus, pagi ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kebencanaan serta pencanangan Sekolah dan Desa Tangguh Bencana di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (29/7).

Kegiatan ini menyasar kepala sekolah SMP/MTs se-Kabupaten Kudus serta sejumlah OPD terkait, dengan total 150 peserta undangan.

Sosialisasi ini bertujuan mendorong penerapan Sekolah Aman dari Bencana (SPAB), dengan menekankan tiga pilar utama.

Baca Juga: Kebijakan Baru di Kudus: Semua ASN di Desa Harus Jadi Anggota Koperasi, Ini Alasannya!

Pilar tersebut yaitu fasilitas sekolah yang aman, manajemen pengurangan risiko bencana di sekolah, serta pendidikan tentang mitigasi dan penanggulangan bencana. 

BPBD Kudus sendiri berkomitmen mendukung penuh melalui pelatihan lintas sektor, fasilitasi kegiatan, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus, Revlisianto Subekti, yang mewakili Bupati Kudus.

Dalam sambutannya, ia menyatakan bahwa pendidikan karakter sadar bencana harus dimulai dari satuan pendidikan.

“Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga ujung tombak dalam membangun budaya sadar bencana,” ujarnya.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kudus, Mundir, menegaskan bahwa Kudus termasuk daerah dengan risiko bencana tinggi.

“Ada tujuh potensi bencana di Kudus yang mengancam, seperti banjir genangan dan bandang, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, cuaca ekstrem, dan kekeringan. Ini harus disikapi dengan membangun kesadaran sejak dini, termasuk di lingkungan sekolah,” jelas Mundir.

Baca Juga: Kudus Jadi Percontohan! BPBD Siapkan Layanan Khusus Disabilitas Saat Bencana

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kudus, Sri Wahyuni, menyampaikan pentingnya implementasi SPAB secara menyeluruh.

Ia menyoroti perlunya evaluasi struktur bangunan, analisis lokasi sekolah terhadap risiko bencana, penyusunan rencana kontinjensi, hingga pelaksanaan simulasi rutin.

“SPAB bukan sekadar pilihan, tapi kebutuhan. Sekolah aman, anak selamat. Kami ingin agar semua sekolah membentuk tim siaga bencana dan terlibat aktif dalam upaya pengurangan risiko,” tandasnya.

Dengan pendekatan inklusif, diharapkan sekolah-sekolah di Kudus mampu melahirkan generasi yang tangguh menghadapi bencana. (dik)

Editor : Ali Mustofa
#potensi bencana alam #SPAB #bpbd kudus #Sosialisasi penanggulangan bencana alam #SMP/MTs