Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

SD Negeri di Kudus Ini Tak Dapat Murid Baru, Total Siswa Aktif Hanya 23 Anak

Indah Susanti • Sabtu, 19 Juli 2025 | 20:41 WIB
SEPI: Kondisi SD 1 Adiwarno, Mejobo, Kudus yang lengang tak dapat siswa baru.
SEPI: Kondisi SD 1 Adiwarno, Mejobo, Kudus yang lengang tak dapat siswa baru.

KUDUS – SD 1 Adiwarno, Kecamatan Mejobo, menambah deretan daftar sekolah negeri yang minim siswa. Kali ini ruang kelas I tak berpenghuni, tampak lengang. 

Sebab, ruang kelas tersebut tidak ada satu pun murid baru yang mendaftar di SD 1 Adiwarno pada tahun ajaran baru 2025/2026.

Bangku-bangku tersusun rapi, papan tulis bersih tak ada tulisan apapun. Guru yang biasa mengajar kini tak lagi memiliki murid untuk dibimbing.

Kekurangan siswa ni bukan terjadi tiba-tiba. SD 1 Adiwarno selama beberapa tahun terakhir.

SD 1 Adiwarno mengalami penurunan jumlah siswa. Total siswa aktif, tinggal 23 murid seluruh jenjang dan jumlah itu terus menyusut tiap tahun.

Kelas II di SD 1 Adiwarno hanya diisi sembilan murid, kelas III hanya dua murid, kelas IV ada tujuh murid setelah satu murid pindah mengikuti orang tua ke luar daerah. 

Kemudian, kelas V memiliki tiga murid, dan kelas VI hanya ada dua murid.

Plt Kepala SD 1 Adiwarno Siti Lestari, mengaku telah melakukan berbagai upaya agar sekolah tetap mendapat siswa baru.

Termasuk mendatangi ke rumah-rumah warga agar mendaftarkan putra-putrinya ke sekolah setempat.

“Kami sudah mendatangi rumah-rumah warga, melakukan sosialisasi," ujarnya.

Tapi sebagian besar orang tua sudah memilih sekolah lain, biasanya ikut kakaknya atau karena alasan jarak.

Menyusutnya peminat di SD 1 Adiwarno bukan tanpa alasan.

Wacana penggabungan sekolah atau regrouping yang tersebar luas di kalangan masyarakat, membuat orangtua khawatir untuk menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.

Sejak 2019, SD 1 Adiwarno sudah terdengar akan diregroup, namun pada waktu itu keputusan belum diambil.

Karena masih ada murid dipertahankan. Kini, kondisi makin mendesak. Banyak warga yang mulai meragukan masa depan sekolah ini.

“Yang ngajar guru wiyata, saya kasihan juga kalau dia tidak bisa lanjut karena tak ada murid. Mungkin nanti diberi tugas lain,” kata Siti Lestari.

Selain itu, lokasi sekolah yang berada di satu kompleks dengan SD 2 Adiwarno juga membuat persaingan semakin ketat.

SD 1 Adiwarno saat ini memiliki delapan guru yang aktif mengajar, terdiri dari dua guru PNS, tiga guru PPPK, dan dua guru wiyata.

Kondisi ini membuat beban pengelolaan sekolah terasa berat, terlebih dengan murid yang semakin sedikit.

Fasilitas sekolah mengalami keterbatasan. Meskipun kamar mandi baru saja diperbaiki, atap masih bocor dan kusen-kusen pintu serta jendela sudah banyak yang keropos. Guru kelas I yang semestinya mengajar kini membantu di kelas III.

“Sebenarnya kami siap saja kalau sekolah ini akhirnya harus diregroup. Kami akan ikut arahan, karena sejak dulu memang sudah ada wacana seperti ini,” ungkapnya. (san)

Editor : Mahendra Aditya
#murid baru #sekolah #sd negeri #Kudus #sd sepi murid