KUDUS – Pendapatan dari retribusi parkir di tepi jalan umum Kabupaten Kudus pada semester pertama 2025 menembus angka Rp 539,7 juta.
Angka ini mencerminkan 50,54 persen dari target tahunan sebesar Rp 1,06 miliar dan dinilai sesuai dengan proyeksi semesteran yang telah ditetapkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus.
Kepala UPTD Perparkiran dan Terminal Dishub Kudus, Edy Supriyanto, menyatakan capaian tersebut sebagian besar dipengaruhi oleh sistem lelang pada sejumlah titik parkir yang efektif mendongkrak pemasukan daerah.
Baca Juga: Cuma dari Santan! Blondo Jadul Ini Laris Manis di Pasar Sarwono
“Titik-titik parkir yang dilelang sangat membantu realisasi retribusi karena sistem lelang mengharuskan pembayaran di awal. Jadi dananya langsung masuk ke kas daerah,” ujar Edy, Kamis (17/7).
Namun, ia menyayangkan tidak seluruh titik parkir yang ditawarkan dalam lelang berhasil terjual.
Dari 11 titik yang dilelang pada 21 Mei 2025, hanya lima titik yang diminati oleh peserta lelang.
Enam sisanya kembali dikelola oleh Dishub melalui sistem juru parkir konvensional.
“Kalau semuanya laku, tentu nilainya akan menambah besar pemasukan di awal tahun,” jelasnya.
Data Dishub mencatat saat ini terdapat 201 titik parkir jalan umum yang tersebar di Kudus.
Angka ini sedikit menurun dari tahun sebelumnya yang mencatatkan 203 titik.
Baca Juga: Ditinggal Sebentar ke Kamar Mandi, Rumah Lansia Ludes Terbakar Akibat Tungku Tradisional!
Penurunan tersebut terjadi karena beberapa juru parkir meninggal dunia dan belum ada penggantinya.
Meski begitu, Dishub tetap optimis target retribusi parkir tahun ini dapat tercapai.
Optimisme itu ditopang oleh penyesuaian tarif parkir berdasarkan Peraturan Daerah terbaru, yakni Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 3.000 untuk roda empat.
“Tarifnya sudah disesuaikan dengan regulasi terbaru. Kami yakin dengan upaya dan pengawasan yang terus kami tingkatkan, target bisa tercapai,” tegas Edy.
Baca Juga: Situs Patiayam Kudus Didorong Jadi Cagar Budaya Nasional, Ada Jejak Gajah dan Manusia Purba!
Sebagai langkah lanjutan, Dishub akan kembali membuka lelang terhadap delapan titik parkir lainnya dalam waktu dekat.
Strategi ini disebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan menutup celah kebocoran pendapatan.
“Pelelangan ini bukan hanya soal efisiensi, tapi juga agar sistem pengelolaan lebih transparan dan akuntabel,” katanya. (dik)
Editor : Ali Mustofa