JEKULO – Situs purbakala Patiayam di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, ditargetkan menjadi status Cagar Budaya Nasional pada tahun ini.
Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Nasional, Surya Helmi, saat melakukan kunjungan lapangan di Situs Patiayam dalam rangka sidang penetapan cagar budaya nasional.
“Potensinya luar biasa. Penemuan fosil di sini bukan hanya gajah, tapi juga ada kemungkinan manusia purba, karena ditemukan juga alat-alat kehidupan mereka,” ungkap Surya, Kamis (17/7).
Baca Juga: Bukan Sekadar Teater, Jong Nusantara Sentil Nasionalisme!
Ia menambahkan, proses pengajuan cagar budaya harus dimulai dari tingkat kabupaten, lalu provinsi, dan terakhir nasional.
“Tahun ini kami targetkan bisa diajukan ke tingkat nasional. Bahkan, kalau bisa ke depannya menjadi warisan dunia,” katanya.
Ia juga memuji keseriusan Pemerintah Kabupaten Kudus dalam menjaga dan mengelola situs Patiayam.
Hal tersebut ditandai dengan keberadaan Museum Patiayam.
“Museum ini termasuk yang terbaik. Saya belum melihat museum semegah dan sebaik ini di tempat lain,” imbuhnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Mutrikah, menyatakan bahwa pengajuan status nasional telah mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi dan Bupati Kudus.
“Yang kami ajukan ada dua, yaitu Museum Patiayam dan situsnya. Harapannya tahun ini bisa lolos,” ucapnya.
Baca Juga: Wagub Taj Yasin: Ancaman Tarif Trump, Ekspor Rajungan Anjlok, Eropa Jadi Harapan Baru!
Menurutnya, sejarah Kudus tidak hanya berkaitan dengan tokoh-tokoh religius, tapi juga menyimpan jejak masa prasejarah yang penting untuk diteliti dan dilestarikan.
“Sejarah Kudus sangat luar biasa, dan kini mulai mendapat perhatian dari berbagai kalangan,” tambah Mutrikah.
Dukungan juga datang dari Kepala Desa Terban, Supeno.
Ia menyatakan masyarakat sangat antusias dan siap membantu dalam upaya menjadikan Patiayam sebagai Cagar Budaya Nasional.
“Kami sangat bangga dan berharap ini bisa segera terwujud seperti yang diharapkan oleh Ibu Lestari Moerdijat,” katanya.
Ia menambahkan, Situs Patiayam telah lama dikenal sebagai salah satu kawasan temuan fosil hewan purba dan benda-benda arkeologis yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Situs ini disebut-sebut setara dengan Sangiran di Sragen dan Bumiayu di Brebes, yang sudah lebih dulu ditetapkan sebagai situs nasional. (dik)
Editor : Mahendra Aditya