Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Wagub Taj Yasin: Ancaman Tarif Trump, Ekspor Rajungan Anjlok, Eropa Jadi Harapan Baru!

Andika Trisna Saputra • Rabu, 16 Juli 2025 | 22:36 WIB
KUNJUNGAN: Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meninjau langsung terkait ekspor hasil laut di PT MBI, siang ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
KUNJUNGAN: Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meninjau langsung terkait ekspor hasil laut di PT MBI, siang ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai bersiap menghadapi pemberlakuan tarif tinggi dari Amerika Serikat terhadap produk hasil laut Indonesia, termasuk rajungan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyebut saat ini ekspor hasil tangkapan laut ke negeri Paman Sam memang masih aman.

Namun potensi hambatan besar bisa muncul pada Agustus 2025 mendatang seiring pemberlakuan tarif baru yang dikenal sebagai tarif Trump.

Baca Juga: Kasus HIV Kudus Naik, KPA Soroti Peran Aplikasi Sesama Jenis yang Bebas Diakses Remaja

“Yang perlu kita antisipasi adalah ketika pemberlakuan tarif Trump diberlakukan. Kami harus mendorong standar-standar ekspor ke negara selain Amerika, terutama ke pasar Eropa,” tegas Taj Yasin saat ditemui dalam agenda kunjungan ke PT Muria Bahari Indonesia (MBI) di Kudus, Rabu (16/7).

Menurutnya, untuk menembus pasar Eropa, ada persyaratan ketat, termasuk keharusan pelacakan asal-usul hasil tangkapan.

“Harus ada pencatatan, misalnya ditangkap di pulau mana, kabupaten apa, kecamatan mana. Ini yang harus kami distribusikan informasinya ke tiap daerah,” imbuhnya.

Produk yang paling menantang dalam pencatatan ini adalah rajungan.

Jika pencatatan tertunda, kualitas rajungan bisa menurun drastis.

Oleh karena itu, pihaknya telah menginstruksikan Dinas Perikanan agar menyiapkan mekanisme pencatatan yang memadai, agar hasil laut Indonesia bisa memenuhi standar tinggi pasar Eropa.

Tantangan pencatatan dan pemenuhan regulasi negara maju dinilai sebagai kunci masa depan ekspor hasil laut Indonesia.

Baca Juga: Ngeri! 6 Penderita HIV-AIDS di Kudus Meninggal, Ini Faktanya

“Secara produksi kita sudah diterima, tinggal pencatatannya yang harus kita benahi,” pungkas Taj Yasin.

Di sisi lain, pelaku usaha pun merasakan dampak dari fluktuasi tarif Amerika.

Yosef Bujana, General Manager Holding PT Muria Bahari Indonesia (MBI), mengungkapkan bahwa selama ini sekitar 80–90 persen produk rajungan mereka diekspor ke Amerika.

“Tarif ekspor semula 32 persen, pagi ini informasinya turun jadi 19 persen. Tapi tetap, buyer menekan harga karena mereka juga tidak bisa menjual terlalu mahal. Ini berdampak pada permintaan,” ujarnya.

Baca Juga: Taj Yasin: Jadi Catatan Sekolah Minim Siswa Koordinasi dengan Bupati Kudus

Dengan tantangan tersebut, PT MBI mulai menjajaki pasar alternatif di luar Amerika, termasuk Eropa dan negara lainnya.

Menurut Yosef, MBI yang aktif mengekspor sejak 2014 mengirimkan sekitar 400 ton rajungan setiap tahunnya.

“Nilai ekspor per kontainer bisa mencapai Rp6 hingga 8 miliar,” katanya. (dik)

Editor : Ali Mustofa
#taj yasin #Tarif Trump #hasil laut #ekspor #Kudus