Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ngeri! 6 Penderita HIV-AIDS di Kudus Meninggal, Ini Faktanya

Andika Trisna Saputra • Selasa, 15 Juli 2025 | 23:21 WIB
FOTO: Manajer Kasus HIV-AIDS KPA Kudus, Eni Mardiyanti saat menjelaskan terkait temuan kasus HIV baru di Kudus belum lama ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
FOTO: Manajer Kasus HIV-AIDS KPA Kudus, Eni Mardiyanti saat menjelaskan terkait temuan kasus HIV baru di Kudus belum lama ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS – Sebanyak 81 kasus Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS) ditemukan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada periode Januari hingga Juni 2025.

Dari total tersebut, enam orang meninggal dunia, lima di antaranya pria dan satu wanita. 

Menurut Eni Mardiyanti, Manajer Kasus HIV-AIDS pada Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Kudus, langkah deteksi dini sangat diperlukan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Baca Juga: Seru! Wakil Ketua DPRD Kudus Buka MPLS SD Muhammadiyah Birrul Walidain

"Kami mendorong adanya deteksi dini melalui skrining terkait HIV/AIDS," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Dari 81 kasus yang ditemukan, 61 di antaranya adalah laki-laki dan 20 perempuan.

Eni menegaskan pentingnya pemeriksaan Voluntary Counseling and Testing (VCT) HIV bagi masyarakat yang memiliki kontak erat dengan penderita.

"36 orang tertular melalui hubungan sesama jenis laki-laki (LSL), 24 dari kalangan pembeli seks, dan lima dari wanita pekerja seks tidak langsung (WPS/TL),” jelas Eni.

Ia menambahkan, WPS tidak langsung adalah perempuan yang secara administratif tercatat sebagai karyawan swasta atau ibu rumah tangga, namun dalam praktiknya juga melakukan aktivitas seksual berbayar.

Yang cukup memprihatinkan, lanjut Eni, terdapat lima ibu rumah tangga yang terpapar HIV akibat tertular dari suaminya yang sering melakukan hubungan seksual di luar pernikahan.

Selain itu, terdapat dua pekerja seks dan sembilan individu lainnya yang tertular dari berbagai faktor.

Baca Juga: DPC Gerindra Kudus Panaskan Mesin Partai! Fokus Kawal Pupuk Subsidi, MBG, dan Koperasi Merah Putih

"HIV bukannya akhir dari segalanya, karena sudah ada obatnya jika terdeteksi sejak dini," tambahnya.

Namun, dari enam kasus kematian yang tercatat, empat di antaranya adalah lelaki seks lelaki (LSL) atau gay, dengan tiga merupakan penjual seks dan satu pembeli seks.

Sedangkan satu perempuan lainnya meninggal akibat terinfeksi dari suaminya, dan satu kasus lagi terkait dengan pengabaian pengobatan.

"Sebanyak 14 orang merupakan ODHA yang ditemukan sebelum 2025. Mereka sebagian besar putus pengobatan atau memang tidak menjalani pengobatan sama sekali," imbuhnya.

Baca Juga: Nida Saidatul Akan Dilantik Sebagai PAW DRPD Kudus, Gantikan Almarhum Peter M Faruq

Eni menekankan bahwa edukasi serta kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan dini menjadi kunci untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS.

“Pemeriksaan dan pengobatan sejak dini sangat penting agar HIV tidak berkembang menjadi AIDS dan bisa ditangani dengan baik,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Andini Aridewi, juga menyatakan bahwa kolaborasi antara berbagai pihak sangat penting dalam upaya pencegahan HIV/AIDS.

“Pencegahan dini dan edukasi kepada masyarakat akan terus digencarkan untuk mengurangi angka kasus ini,” ungkap Andini.

Baca Juga: Kabar Baik! Pemkab Kudus Dan PT KAI Capai Kesepakatan, Eks Stasiun Kudus Akan Jadi Pusat UMKM

Pihaknya akan meningkatkan pendampingan untuk akses pengobatan serta melakukan edukasi mengenai pencegahan dan penularan HIV/AIDS agar masyarakat lebih sadar dan tidak menunda pemeriksaan.

“Seringkali masalah timbul karena keterlambatan dalam melakukan pemeriksaan, yang menyebabkan kondisi kesehatan semakin buruk dan berujung pada kematian,” katanya. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#kpa #temuan baru #meninggal #HIV / AIDs #Kudus