Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sendirian di Kelas, Shofi Tetap Semangat Sekolah Meski Jadi Satu-satunya Murid Baru di SD 1 Wates, Undaan Kudus

Indah Susanti • Selasa, 15 Juli 2025 | 00:44 WIB
INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS HANYA SATU: Murid Baru SD 1 Wates seorang diri saat mengikuti MPLS di kelas.
INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS HANYA SATU: Murid Baru SD 1 Wates seorang diri saat mengikuti MPLS di kelas.

KUDUS – Shofi Muhammad, murid baru di SD 1 Wates, Kecamatan Undaan mengikuti kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) Ramah sendirian. Tak ada teman sebayanya yang sama-sama murid baru.

Ia mengikuti MPLS Ramah digabung dengan kakak kelasnya. Namun, Shifa anak yang mudah beradaptasi.

Ia tak canggung meski bermain dengan murid kelas II dan III. Tetap senang dan ngobrol bersama kakak kelasnya. Tetapi, pada waktu masuk kelas, Shofi menuju kelas sendirian.

Di ruang kelas hanya ia sendiri yang duduk dibangku deretan depan, bangku belakangnya kosong.

Karena, kelas I yang ia tempati hanya dapat satu murid baru di tahun ajaran 2025/2026.

”Saya masih punya teman di sini (SD 1 Wates, Red). Kalau sekolah diantar ibu karena rumah saya dekat dengan sekolah,” ungkapnya.

Shifa duduk dengan tenang dihadapan kepala SD 1 Wates Arif Wijayanto. Meski, sendiri di ruang kelas, Shofi memperhatikan apa yang disampaikan oleh gurunya.

Menurut Arif, anak tersebut memiliki karakter yang mudah akrab dengan teman-teman barunya, meski tidak sebanya tapi Shofi nyambung diajak ngobrol dan main.

Arif menambahkan, tahun ini hanya dapat satu murid baru. Untuk tahun sebelumnya dapat dua.

Ia mengaku, ada kemunduran untuk mendapatkan murid baru, disebabkan tahun 2023 sudah ada informasi bahwa SD 1 Wates akan diregrouping dengan SD 3 Wates, karena satu halaman.

”Ya, kami tahun ini tidak massif mencari murid, karena khawatir nanti tiba-tiba regrouping.

Tapi sudah berjalan dua tahun ini juga belum ada pergerakan, sudah kami tanyakan ke koordinator wilayah jawabannya masih proses,” kata Arif.

Ia menjabarkan untuk total murid dari kelas I hingga kelas VI tahun ini sebanyak 24 murid.

Meski, murid sedikit masih dapat bantuan operasional sekolah (BOS) dengan nominal sesuai jumlah murid, per orangnya Rp 900 ribu.

Ditempat terpisah, Kabid Dikdas Disdikpora Kudus Anggun Nugroho, sudah melakukan pendataan murid baru tingkat SD.

Berdasarkan data yang sudah masuk, untuk murid baru hanya satu ada di tiga sekolah, yakni SD 1 Wates, Kecamatan Undaan; SD 2 Gamong, Kecamatan Kaliwungu; dan SD 5 Jurang, Kecmatan Gebog.

”Ya masih ada beberapa sekolah yang belum mengirimkan laporan. Untuk data ini menjadi bahan untuk memetakan sekolah yang nantinya akan di regrouping,” ungkapnya. (san)

Editor : Mahendra Aditya
#sekolah kekurangan siswa #sd 1 wates #minim siswa baru #undaan kudus