Diantaranya, ada Pasar Mijen dengan perba ikan atap rusak, Pasar Piji membuat tempat sampah landasan kontainer dan paving.
Kemudian, Pasar Hewan perbaikan pagar cat dan tutup selokan, karena sudah karatan
Pasar Barang Bekas (Babe) pembuatan los baru sebelah selatan, Pasar Brayung ada penambahan pembangunan los dan saat ini juga terpasang cctv 32 titik.
Kabid Pengelolaan Pasar Agus Sumarsono, khusus untuk Pasar Babe dialokasikan anggaran nilai lelang Rp 1,5 miliar.
Sedangkan, untuk pasar lainnya dibawah Rp 200 juta sehingga total Rp 2 miliar.
”Pelaksanaan sudah proses pengadaan kurang lebih satu bulan," ujarnya.
"Lelang sudah perencanaan sampai akhir tahun selesai semua. Penyusunan dokumen pengadaan,” ungkapnya.
Agus menambahkan, selain memperbaiki sarpras juga di lakukan pembinaaan pedagang, agar ramah pada pembeli, kemudian inovasi mendekatlan produk kepada masyarakat.
Rencananya, beberapa pasar pedagang diberikan sosialisasi agar dagangannya bisa dipasarkan secara online.
Ia mengungkapkan, sebagian pasar yang menjadi sasaran revitalisasi merupakan program lanjutan tahun 2024 karena belum selesai.
Misal, Pasar Babe dan Pasar Mijen.
Dengan adanya program revitalisasi tersebut, diharapkan sarana fisik pasar tradisional di Kudus semakin baik.
Sehingga bisa meningkatkan minat kunjungan masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional. (Indah Susanti)
Editor : Ali Mustofa