KUDUS — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kudus menyampaikan keprihatinan mendalam atas munculnya dugaan perkelahian yang melibatkan oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Kudus di sebuah tempat karaoke di wilayah Kabupaten Pati, Jumat (11/7).
Ini sebagaimana ramai diberitakan di media.
Ketua PC GP Ansor Kudus, Arif Musta'in, menegaskan bahwa ASN adalah teladan publik yang seharusnya menjunjung tinggi etika dan moralitas.
Itu baik dalam ruang kerja maupun dalam kehidupan sosial.
“Kami sangat menyayangkan insiden yang diduga melibatkan ASN tersebut. Peristiwa seperti ini berpotensi mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan,” tegas Arif Musta'in.
GP Ansor Kudus mendukung langkah Bupati Kudus yang menegaskan pentingnya menjaga etika dan marwah ASN.
Ansor Kudus mendukung Bupati Samani Intakoris memberi ruang bagi Inspektorat untuk menelusuri kebenaran kejadian tersebut dan menindak secara adil jika terbukti terjadi pelanggaran.
GP Ansor juga mengajak seluruh komponen ASN dan masyarakat untuk kembali kepada nilai-nilai etika, akhlak, dan budaya luhur bangsa, serta fokus pada tugas pelayanan kepada rakyat.
“Etika, sopan santun, dan akhlak harus menjadi fondasi perilaku, baik di ruang publik maupun pribadi. ASN adalah pelayan rakyat, bukan hanya secara administratif, tapi juga secara moral,” imbuhnya.
GP Ansor Kudus berharap peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebihberhati-hati dan bertanggung jawab dalam setiap tindakan, terlebih di tengah sorotan publik yang semakin tajam. (*/him)
Editor : Mahendra Aditya