Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kick Off Jalantara Digelar di Kudus, Ini Alasannya!

Andika Trisna Saputra • Rabu, 9 Juli 2025 | 15:57 WIB
DISKUSI: Sejumlah pengurus dan panitia Jalantara sedang berdiskusi terkait acara Jalantara, kemarin. (PBNU UNTUK RADAR KUDUS)
DISKUSI: Sejumlah pengurus dan panitia Jalantara sedang berdiskusi terkait acara Jalantara, kemarin. (PBNU UNTUK RADAR KUDUS)

KUDUS – Kabupaten Kudus bersiap menjadi sorotan nasional dengan dipercaya sebagai tuan rumah peluncuran gerakan pelestarian khazanah keilmuan Islam bertajuk Jelajah Turats Nusantara (Jalantara).

Inisiatif ini digagas oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai bentuk penghormatan sekaligus revitalisasi warisan intelektual para ulama Nusantara.

Gelaran perdana Jalantara dimulai dari Zona Jawa–Madura dan akan digelar secara meriah di sejumlah titik penting Kota Kudus pada Minggu, (13/7) atau bertepatan dengan 17 Muharram 1447 H.

Baca Juga: Ngeri! Minibus Rombongan Wisatawan Terguling di Tanjakan Suren, Satu Luka di Kepala

Kudus dipilih bukan tanpa alasan, kota ini memiliki sejarah panjang sebagai pusat pengembangan ilmu keislaman klasik, yang jejaknya masih bisa ditelusuri hingga hari ini.

Ketua Panitia Jalantara, Ayung Notonegoro, yang juga pendiri Komunitas Pegon, menyebut Kudus sebagai “kawah candradimuka” para ulama besar di Nusantara.

“Kudus bukan sekadar tempat peluncuran, tapi juga representasi nyata dari semangat turats yang hidup dalam denyut masyarakatnya,” ujar Ayung.

Puncak kegiatan Jalantara akan berlangsung di pelataran Gedung Menara Kudus pada malam harinya, pukul 18.30 hingga 23.00 WIB.

Acara ini akan diramaikan dengan Pengajian Akbar serta peluncuran kitab Fathul-Aliyyil-Karim, karya monumental Syaikh Abdul Hamid Kudus, ulama besar kelahiran Kudus yang sempat menjadi pengajar di Masjidil Haram, Makkah, pada akhir abad ke-19.

KH. Miftachul Akhyar, Rais ‘Aam PBNU, dijadwalkan hadir dalam pengajian bersama jajaran ulama lintas daerah dari Jawa dan Madura.

Momentum ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi intelektual yang memperkuat jaringan antar pesantren dan tokoh-tokoh keilmuan Islam kontemporer.

Baca Juga: Menggebrak! Disbudpar Kudus Gagas Festival Gunungan Muria, Siap Bikin Desa Ramai Wisatawan!

Sebelum itu, pada siang harinya akan digelar Seminar Nasional bertema Syaikh Abdul Hamid Kudus dan Jejak Ulama Nusantara dalam Belantika Keilmuan Islam.

Seminar yang berlangsung di Pendopo Bupati Kudus pukul 13.00–16.00 WIB ini menghadirkan tokoh-tokoh pemikir Islam seperti Mahrus Elmawa, Gus Nanal Ainal Fauz, dan dimoderatori oleh M. Rikza Muqtada dari UIN Sunan Kudus.

Sebagai bagian dari edukasi publik, Pameran “Syaikh Abdul Hamid dan Jejak Ulama Kudus” juga digelar di Gedung Cermin sebelah timur Menara Kudus selama empat hari, dari 13–16 Juli 2025.

Pameran dibuka dari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB dan menampilkan koleksi manuskrip, artefak langka, hingga dokumentasi visual yang selama ini belum pernah tersaji secara terbuka.

Baca Juga: 130 Guru Muhammadiyah Kudus “Digembleng” Metode IQRO’, Ini Tujuannya!

Rangkaian Jalantara dilengkapi dengan Workshop Jalantara pada 14–16 Juli 2025 di Pondok Pesantren Raudhatuth Tholibin Bendo.

Kegiatan ini ditujukan bagi para santri dan mahasiswa, guna memperkuat pemahaman terhadap warisan keilmuan klasik Islam dan mengontekstualisasikannya dalam kehidupan modern.

Ia menambahkan, dengan peluncuran Jalantara ini, Kudus tidak hanya menjadi titik awal gerakan intelektual keislaman berbasis turats, tetapi juga simbol kebangkitan nilai-nilai keulamaan Nusantara.

Jalantara menjadi jembatan penghubung antara masa lalu yang agung dan masa depan yang membutuhkan panduan nilai-nilai luhur dari para ulama terdahulu. (dik)

Editor : Ali Mustofa
#turats #Pengajian Akbar #pbnu #Jalantara #Kudus