Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Menggebrak! Disbudpar Kudus Gagas Festival Gunungan Muria, Siap Bikin Desa Ramai Wisatawan!

Andika Trisna Saputra • Selasa, 8 Juli 2025 | 16:23 WIB
GAGASAN: Kepala Disbudpar Kudus mengungkapkan gagasannya terkait Festival Gunungan Muria Raya, belum lama ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
GAGASAN: Kepala Disbudpar Kudus mengungkapkan gagasannya terkait Festival Gunungan Muria Raya, belum lama ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

GEBOG – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus tengah menggagas sebuah agenda besar yang diyakini dapat mendongkrak sektor pariwisata dan memperkuat identitas budaya lokal.

Bertajuk Festival Gunungan Muria Raya, rencana ini akan melibatkan banyak desa di kawasan lereng Gunung Muria, tidak hanya di Rahtawu maupun tiap desa-desa lainnya.

Kepala Disbudpar Kudus, Mutrikah, menjelaskan bahwa festival ini akan mengangkat kekayaan budaya, potensi alam, serta kreativitas masyarakat dari masing-masing desa.

Baca Juga: 130 Guru Muhammadiyah Kudus “Digembleng” Metode IQRO’, Ini Tujuannya!

“Kami ingin menyatukan semangat masyarakat desa di lereng Muria. Bukan hanya Rahtawu, tapi juga desa-desa seperti Colo, Ternadi, Japan, dan Kajar. Semua punya keunikan yang layak ditampilkan dalam satu wadah budaya bersama,” ujarnya, Minggu (6/7).

Mutrikah menambahkan, rencana ini berangkat dari keberhasilan penyelenggaraan Rahtawu Culture Festival tahun ini yang menjadi titik balik kebangkitan tradisi yang sempat vakum hampir satu dekade.

“Dulu kami pernah menggelar tradisi di Rahtawu ini sembilan tahun lalu. Tapi baru tahun ini bisa hidup lagi. Dan ternyata antusiasme masyarakat luar biasa. Ini yang membuat kami optimistis dan berencana membuat festival gunungan se-Muria Raya,” tuturnya.

Disbudpar berkomitmen mengembangkan desa wisata berbasis kearifan lokal dengan pendekatan fasilitasi, bukan instruksi.

“Kami ingin desa-desa ini memiliki ciri khas. Misalnya, Rahtawu bisa tetap dengan nuansa spiritual dan alamnya, Ternadi dengan potensi agrowisata, Japan dengan keseniannya. Setiap desa tampil berbeda, inilah kekayaan lereng Muria,” katanya.

Konsep Festival Gunungan Muria Raya juga dirancang sebagai media promosi wisata yang efektif dan merata.

Sehingga manfaatnya bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat desa.

Baca Juga: Tim All Stars Papua Tampil Ngotot, Persiapan Hanya Empat Hari Berlaga Hydroplus Piala Pertiwi All Stars 2025 U-14 dan U-16

“Targetnya bukan hanya tontonan budaya, tapi juga meningkatkan ekonomi lokal, menggairahkan UMKM, dan membuat desa lebih berdaya,” jelas Mutrikah.

Menurutnya, festival ini akan menjadi panggung bagi masyarakat untuk menunjukkan hasil karya, produk unggulan, dan seni tradisi yang berkembang secara organik.

“Kami mendorong masyarakat punya inisiatif sendiri. Pemerintah akan mendukung penuh ide-ide kreatif yang lahir dari bawah,” tegasnya.

Dengan pengemasan yang matang dan partisipasi lintas desa, Festival Gunungan Muria Raya diharapkan menjadi ikon baru wisata budaya di Kudus.

“Kami yakin, kalau ini konsisten digelar, lereng Muria bisa jadi magnet wisata budaya yang menghidupkan kembali identitas desa dan mensejahterakan warganya,” kata Mutrikah. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#Budaya #disbudpar kudus #gunungan #Muria Raya #festival