KUDUS – Salah satu korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali asal Kudus hingga kini belum ditemukan.
Ia adalah Sang Kapten Kapal, Agus Slamet (30), warga RT 1 RW 6, Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa Bulungcangkring, Sulakim.
Dirinya mendapat kabar musibah itu pada Kamis (3/7) usai salat maghrib dari Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya, tempat Agus menempuh pendidikan.
Informasi tersebut diterima melalui anaknya yang juga masih kuliah di kampus yang sama.
“Saya langsung hubungi Kepala Dusun, karena saya tidak tega menyampaikan sendiri ke keluarganya. Ibunya Mas Agus itu masih saudara saya, jadi kami memang ada hubungan keluarga,” tutur Sulakim saat dikonfirmasi, Sabtu (5/7).
Hingga saat ini, Agus masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan Basarnas.
Sulakim menyebut, jika nantinya ditemukan, keluarga akan dihubungi dan dijemput oleh satuan kerja anaknya. Sulakim berharap keponakannya segera ditemukan dalam kondisi selamat.
“Semoga Mas Agus bisa segera ditemukan dan pulang ke keluarganya. Kami terus berdoa dari desa,” ucapnya lirih.
KMP Tunu Pratama Jaya diketahui tenggelam saat sedang berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Gilimanuk, Bali.
Insiden bermula ketika kapal mengalami kebocoran di ruang mesin dan melaporkan kerusakan pada pukul 00.16 WITA, disusul pemadaman total (blackout) tiga menit kemudian.
Kapal kemudian miring, terbalik, dan hanyut ke arah selatan.
Kapal mengangkut 65 orang, terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru, serta membawa 22 kendaraan termasuk truk tronton.
Akibat insiden ini, 30 orang ditemukan selamat dan 6 lainnya meninggal dunia.
Mereka yang meninggal adalah Fitri April Lestari, 33 tahun dan putranya Afnan Aqiel Mustofa, 3 tahun beralamat di Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi.
Baca Juga: Persiku Kudus Kalahkan Persik Kediri di Laga Uji Coba, Ini Catatan Pelatih Alfiat
Elok Rumantini (34), penjaga kantin beralamat di asal Lateng Gang Belimbing, Lingkungan Sritanjung, Kelurahan Temenggungan, Banyuwangi. Cahyani (45).
Eko Sastriyo (51) beralamat di Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Anang Suryono, warga Kademengan, Probolinggo.
Tinggal 29 orang yang belum ditemukan.
Hingga kini, proses evakuasi dan pencarian korban masih berlangsung di tengah kondisi laut yang tidak menentu. (Andika Trisna Saputra)
Editor : Ali Mustofa