KUDUS - Alumni lintas angkatan sekolah Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) Kudus akan bernostalgia dan napak tilas sekolahnya yang telah berubah menjadi Madrasah Aliyah Negeri 2 (MAN 2) Kudus. Minggu, 6 Juli 2025.
Sekolah PGAN Kudus yang berlokasi di Prambatan Kidul Kudus itu kini sudah tidak ada karena telah diubah menjadi MAN 2 Kudus. Visi misinya berbeda.
Tercatat 222 orang akan mengikuti acara ini. Mereka dari lulusan tahun 1977 sampai 1982. Mereka sempat bertemu. Ketika lulusan tahun 1977 itu duduk di bangku kelas 6, lulusan tahun 1982 duduk di kelas 1. Sekolah ini memang 6 tahun.
Para lulusan tersebut sekarang tersebar di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Sebagian besar mereka memang bergerak di bidang pendidikan. Namun ada juga yang berprofesi lain. Seperti pengusaha, pemilik toko, dan menjadi direktur di perusahaan.
PGAN Kudus didirikan khusus untuk mencetak guru-guru agama yang berkompeten untuk mengajar di sekolah dasar maupun madrasah. Dulu belum ada persyaratan guru SD maupun Madrasah harus berijazah sarjana. Namun kualitasnya tidak diragukan.
Dalam perjalanannya lulusan PGA itu banyak yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Tidak sedikit mereka yang bergelar sarjana, master, doktor, dan profesor.
Mereka yang bergerak di bidang pendidikan tidak hanya mengajar di SD atau madrasah. Banyak juga yang mengajar di SMP, SMA, Tsanawiyah, , Aliyah, maupun SMK. Ada juga yang mengajar di perguruan tinggi.
Menurut Drs. Rohmat, salah seorang panitia, reuni lintas angkatan digagas untuk menjalin silaturahmi, kangen-kangenan, dan bernostalgia di sekolah tempat mereka belajar di Perambatan Kidul Kudus.
Dalam cara bertema Merajut Silaturahmi dan Ukhuwah Islamiyah itu ditampilkan berbagai kegiatan yang dulu mereka pernah melakukan bersama. Seperti menyanyikan hymne PGA, mars PGA, dan berkeliling sekolah.
Tentu saja sekolah yang telah menjadi MAN 2 Kudus itu sudah tidak seperti cikal bakalnya dulu ketika masih bernama PGAN kudus.
Sekarang gedungnya Megah. Kelas-kelasnya modern. Dilengkapi peralatan elektronik. Fasilitasnya lengkap. Termasuk laboratoriumnya. Tidak ada lagi kelas dengan papan tulis hitam kusam dan kapur tulis dari gamping.
Sekolah PGAN Kudus berubah menjadi MAN 2 Kudus karena tidak boleh lagi ada sekolah tingkat lanjutan yang mencetak guru.
Editor : Zainal Abidin RK