GEBOG - Kawasan Pegunungan Rahtawu di Kabupaten Kudus terus menjadi magnet wisata alam, meski tren kunjungan beberapa titik menurun drastis pada Juni 2025.
Keindahan lanskap pegunungan, udara sejuk, aliran sungai jernih, serta beragam pilihan spot rekreasi seperti Lenk Dopang dan Joglo Dopang membuat Rahtawu tetap relevan sebagai destinasi pelarian dari rutinitas.
Wisata Lenk Dopang, salah satu lokasi yang menonjol dalam beberapa tahun terakhir, mencatat penurunan jumlah kunjungan hingga 50 persen pada bulan lalu.
Baca Juga: Bupati Kudus Tinjau Pengolahan Kompos Humisoil dari Sampah, Manfaatnya Nggak Main-Main!
Pemiliknya, Agung, menyebut cuaca yang tidak menentu sebagai faktor penyebab.
“Kadang pagi panas, siang mendung. Ini bikin orang ragu berangkat,” katanya.
Meski jumlah wisatawan saat ini hanya berkisar 100–200 orang per bulan, Lenk Dopang tetap dikunjungi banyak orang dari luar kota.
Daya tariknya terletak pada suasana alami, kolam, dan pengalaman menginap di pinggir sungai.
Bahkan, pengembangan penginapan tambahan tengah direncanakan untuk memenuhi permintaan yang terus muncul.
Tak jauh dari situ, Joglo Dopang milik Heni Widyastuti menawarkan pengalaman serupa namun dalam kemasan yang lebih komunal.
Saat hari libur, jumlah pengunjung paling banyak bisa membludak hingga 800 orang dalam satu hari.
Baca Juga: Siap-Siap! SOP Baru Pendakian Muria Segera Berlaku
“Air kolam sampai nggak kelihatan karena penuh orang,” ujar Heni.
Namun, ia mengakui kalau saat ini jumlah pengunjung memang mengalami penurunan.
Pada hari biasa, kunjungan rata-rata berada di angka 100–150 orang, meningkat jadi 300–500 saat akhir pekan.
Pengunjung datang untuk sekadar berendam, piknik, atau menikmati suasana khas pegunungan yang tak mudah ditemukan di wilayah perkotaan.
Salah satu pengunjung, Lusiana dari Pati, mengatakan bahwa media sosial menjadi pemicu utama ketertarikannya berkunjung ke Rahtawu.
“Baru pertama kali ke sini. Lihat di FYP TikTok, katanya tempatnya adem dan cocok buat healing,” ungkapnya.
Perjalanan menuju Rahtawu memang tidak selalu mudah, dengan jalur menanjak dan berkelok.
Namun kondisi jalan yang terus diperbaiki serta petunjuk arah yang lebih tertata membuat akses ke kawasan ini semakin terbuka.
Meski sejumlah pengelola wisata mencatat penurunan pengunjung, citra Rahtawu sebagai kawasan wisata tetap kuat.
Dengan kekayaan alam dan atmosfer yang khas, Rahtawu diyakini masih akan menjadi pilihan liburan bagi warga Kudus dan sekitarnya untuk menikmati akhir pekan, berkemah, atau sekadar menikmati senja di kaki Pegunungan Muria. (dik)
Editor : Zainal Abidin RK