Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bupati Kudus Tinjau Pengolahan Kompos Humisoil dari Sampah, Manfaatnya Nggak Main-Main!

Andika Trisna Saputra • Kamis, 3 Juli 2025 | 22:35 WIB
HASIL OLAHAN: Bupati Kudus bersama Kadin PKPLH dan pihak PT Djarum Fondation melihat pupuk humisoil, hasil olahan dari sampah organik di Oasis PT Djarum, hari ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
HASIL OLAHAN: Bupati Kudus bersama Kadin PKPLH dan pihak PT Djarum Fondation melihat pupuk humisoil, hasil olahan dari sampah organik di Oasis PT Djarum, hari ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

BAE – Pemerintah Kabupaten Kudus terus mendorong kolaborasi penanganan sampah dengan sektor swasta demi mewujudkan kota yang asik, yaitu apik dan resik.

Salah satu upaya yang berjalan adalah kerja sama dengan PT Djarum Fondation lewat program pengolahan sampah organik menjadi kompos berkualitas bernama humisoil.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi PT Djarum dalam pengelolaan sampah organik di kawasan Oasis PT Djarum.

Baca Juga: Siap-Siap! SOP Baru Pendakian Muria Segera Berlaku

Menurutnya, program ini tidak hanya mengurangi volume sampah di TPA, tetapi juga memberi manfaat langsung berupa pupuk kompos untuk pertanian dan penghijauan.

“Sampah yang sudah dipilah masyarakat langsung diambil oleh PT Djarum melalui program Asiknya. Kemudian diolah menjadi kompos humisoil yang sangat bermanfaat untuk kesuburan tanaman. Ini kerja sama yang bagus untuk mengatasi persoalan sampah di Kudus,” ujar Sam’ani, Rabu (3/7).

Lebih lanjut, Bupati menyatakan bahwa pengelolaan sampah akan menjadi program prioritas hingga tingkat desa.

Mulai tahun 2026, Pemkab Kudus akan mengalokasikan dana bantuan keuangan desa sekitar Rp100 juta per desa khusus untuk pengelolaan sampah.

“Kunci utama pengelolaan sampah itu pilah, pilih, jadi pulih. Kalau masyarakat bisa memilah sampah dengan baik, maka seluruh sampah organik bisa dimanfaatkan. Sampah anorganik bisa dijual, dan sisanya dimusnahkan lewat incinerator bantuan Djarum Foundation,” jelasnya.

Associate Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Purwono Nugroho, mengatakan bahwa pihaknya saat ini mampu mengolah hingga 50 ton sampah organik per hari.

Sampah tersebut berasal dari masyarakat, pasar, restoran, dan juga daun-daun kering dari pohon peneduh jalan.

Baca Juga: Bisa 26 Bahasa, Sosrokartono Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional!

“Semua sampah organik kami ambil dari titik pengumpulan, kemudian kami olah di kawasan Oasis Djarum menjadi kompos. Kompos ini digunakan untuk tanaman di area kami, dan juga dibagikan ke masyarakat yang membutuhkan,” kata Purwono.

Ia menambahkan, masyarakat yang ingin mendapatkan pupuk kompos bisa menghubungi pihak Oasis Djarum secara langsung atau melalui surat.

Selama tersedia dan sesuai kebutuhan, kompos akan diberikan secara cuma-cuma sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan.

Sementara itu, Deputi Program Manager Djarum Foundation, Redi Joko Prasetyo, menegaskan komitmen perusahaannya untuk terus meningkatkan kapasitas pengolahan sampah jika antusiasme masyarakat dalam memilah sampah semakin tinggi.

Baca Juga: Jangan Buang Minyak Jelantah, Bisa Ditukar Menjadi Uang dan Disulap Bahan Bakar Bioavtur

“Selama masyarakat konsisten memilah, kami siap meningkatkan pengambilan dan pengolahan. Ini bukan cuma tentang pengelolaan sampah, tapi juga membangun budaya bersih dan peduli lingkungan,” tegasnya. (dik)

Editor : Ali Mustofa
#pupuk kompos #sampah organik #pt djarum #Kudus #bupati kudus