KUDUS - Proses pembuatan atau merangkai luwur Makam Sunan Kudus telah dimulai pada Rabu (2/7).
Dalam pembuatan luwur tersebut dibutuhkan bantuan sebanyak 35 rewang.
Dari pantauan di lapangan, pembuatan ini dilaksanakan di Tajug Pendopo Menara Kudus. Para rewang mengerjakan penjahitan dan pembuatan luwur.
Kain mori putih polos tersebut dibentuk sesuai dengan pola. Ada juga yang dijahit oleh para rewang.
Sementara pembuatan luwur ini ditargetkan selesai pada Sabtu (5/7) mendatang.
Koordinator Luwur, Fachal Anami Farodis menyatakan, ada sebanyak 35 rewang yang melakukan pembuatan luwur. Mereka membuat luwur dari beberapa ragamnya.
Adapun luwur yang dibuat oleh para perewang ini berupa, melati, unthuk banyu, kompol, wiru, ranjam, tenger, kemul, dan langitan.
”Ada sekitar 34 pcs kain yang kami sediakan, setidaknya panjangnya sama seperti tahun sebelumnya sekitar 1.500 meter-an,” katanya.
Dia menjelaskan, syarat rewang yang ingin berkontribusi dalam pembuatan luwur ini cukup simple.
Para rewang harus bisa meluangkan waktunya dan fokus pembuatan luwur.
Sementara itu, ada rewang dari generasi turun temurun membantu pembuatan luwur. Rewang tersebut sudah berkontribusi lebih dari 15 tahun lamanya.
”Paling sepuh (tua) ada usianya 70 tahun. Dulu mulai dari orang tuanya hingga kakeknya sudah menjadi rewang,” jelasnya.
Fachal menambahkan, para rewang ini juga menjaga wudhu mereka saat mengerjakan pembentukan pola kain luwur.
Kain luwur baru ini rencananya akan dipasang di Cungkup Makam Sunan Kudus pada Minggu (6/7) mendatang. Pemasangan tersebut bertepatan pada 10 Muharram.
Sementara itu, pembagian berkat Nasi Jangkrik khas Buka Luwur akan dilaksanakan pada Minggu (6/7) pagi. (gal)
Editor : Ali Mustofa