KUDUS - Memasuki tradisi buka luwur Sunan Kudus yang identik dengan pembagian nasi jangkrik dan Uyah Asem kini telah dibuka sedekah untuk umum.
Masyarakat bisa menyalurkan dan berkontribusi untuk keberlangsungan pembuatan nasi Jangkrik.
Humas Yayasan Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) Denny Nur Hakim menyatakan, pembukaan penyaluran sedekan dari masyarakat untuk proses pembuatan Nasi Jangkrik dan Nasi Uyah Asem telah dibuka.
Kegiatan tersebut dibuka per 1 Muharram atau 27 Juni lalu.
Denny menambahkan, pendistribusian sedekah ini bisa dilakukan masyarakat berada di timur tajug Menara.
”Masyarakat bisa datang ke sana langsung dan menyalurkan sedekah. Dan nanti akan mendapatakan kupon pengambilan nasi jangkrik,” katanya.
Pihak panitia Buka Luwur Makam Sunan Kudus tidak membebankan masyarakat berkontribusi menyalurkan sedekah dalam bentuk tertentu.
Masyarakat bisa berkontribusi dalam bentuk apapun.
”Semisal bisa keperluan beras, rempah-rempah, makanan ringan, dan lainnya. Tidak ada ketentuannya,” jelasnya.
Sementara itu, penyaluran sedekah dari warga ini nantinya akan diproses untuk memproduksi nasi Jangkirk dan Uyah Asem pada 9 Muharram atau tanggal 5 Juli.
Sementara pendistribusian Nasi Jangkrik ini dilaksanakan pada 10 Muharram atau bertepatan pada Minggu (6/7).
Denny memperkirakan proses memasak nasi ini akan sama jumlahnya seperti tahun sebelumnya. Nasi yang dimasak sebanyak 9,1 ton.
Usai proses masak tersebut nasi Jangkrik ini akan dibagikan kepada masyarakat pada Minggu (6/7) pagi.
Jika akmulasi jumlah beras sama yang di masak seperti tahun lalu, maka nasi yang terbungkus daun jati akan didistribusikan kepada masyarakat 40 ribu bungkus. (Galih Erlambang Wiradinata)
Editor : Ali Mustofa