KUDUS – Ada 700 sekolah dilingkungan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora), maupun Kantor Kementerian Agama (Kemenag) di Kudus, belum menyandang predikat sekolah Adiwiyata.
Kepala Dinas PKPLH Kabupaten Kudus Abdul Halil mengatakan, dari 900 sekolah, baik itu, SD, SMP, MI, MTs dan MA, tercatat baru 126 sekolah yang mengantongi predikat sekolah Adiwiyata.
“Sekolah Adiwiyata dari 900 sekolah, baru 126 yang menyandang sekolah adiwiyata, baik tingkat kabupaten, provinsi, nasional, maupun mandiri,” kata Halil.
Padahal, untuk menuju Kabupaten Kota Sehat (KKS), harus memenuhi persyaratan 30 persen dari jumlah sekolah sudah menyandang predikat sekolah adiwiyata. Sedangkan, Kabupaten Kudus masih minim sekolah adiwiyata.
“Ini memang ada kegunaannya terkait KKS, dalam lomba itu harus 30 persen sekolah di Kudus harus adiwiyata,” terangnya.
Adapun penilaian sekolah adiwiyata ada beberapa indikator. Pada intinya mencakup kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan, kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan sekolah berbasis partisipatif, dan pengelolaan sarpras yang ramah lingkungan.
“Jadi kami mendorong agar calon sekolah-sekolah ini siap untuk mengikuti penilaian adiwiyata,” tandasnya.
Untuk memaksimalkan upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus juga telah melalukan Pelatihan Integrasi Lingkungan Hidup dalam Kurikulum Pendidikan di sekolah. Kegiatan tersebut telah berlangsung pada 25 Juni 2025 lalu.
Sementara itu, Kabid Dikdas Disdikpora Kudus Anggun Nugroho menjelaskan, sekolah Adiwiyata yang merupakan program dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mendapat kendala di Kudus.
Terlebih dengan kebutuhan anggaran untuk mempersiapkan sekolah agar sesuai dengan indikator penilaian sekolah adiwiyata.
Baik itu untuk program penghijauan lingkungan, sarana dan prasarana, hingga upaya pembiasaan siswa.
“Dari kementerian juga tidak ada support, sedangkan sekolah hanya mengandalkan BOS (Bantuan Operasional Sekolah), padahal dana BOS juga dipergunakan untuk prioritas lainnya di sekolah,” katanya.
Namun, Disdikpora Kudus terus mendorong agar setiap sekolah terus berupaya menuju penilaian sekolah adiwiyata. Tentunya, Anggun berharap ada dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk membantu masing-masing sekolah. (san)
Editor : Mahendra Aditya