DEMAK- Seorang perempuan asal Kudus diduga dibunuh. Mayatnya ditemukan di areal persawahan Desa Wonoketingal, Kecamatan Karanganyar, Demak.
Saat ditemukan, posisi jasad tertelungkup dalam sawah berlumpur. Kondisi korban cukup mengenaskan.
Hasil otopsi, ada luka memar di kepala bagian belakang, lebam bahu, dan ditemukan juga tanda persetubuhan. Hal itu menguatkan dugaan korban diperkosa sebelum dibunuh.
Saat ditemukan, korban masih pakai jam tangan merek mirete, mengenakan baju warna biru muda dan sweater hijau bercelana hitam.
Korban diketahui bernama Sela Handayani, 20, warga Wergu Wetan, Kabupaten Kudus. Hingga kini, pelaku masih dalam pengejaran.
Kasatreskrim AKP Khusaeni menyampaikan, pihaknya telah memeriksa 12 saksi, termasuk teman dekat korban. Proses penyelidikan terus dilakukan.
"Kita masih selidiki bagaimana korban ini bisa sampai di Demak. Padahal, korban merupakan warga Kudus," jelasnya.
Menurutnya, kejadian bermula ketika korban diketahui berangkat dari rumahnya pada Senin (23/6) malam, tepatnya setelah Isya hendak bertemu seseorang.
Korban berangkat dengan sepeda notor Scoopy lengkap dengan membawa handphone (HP).
Setelah dilakukan optosi di RSUD Sunan Kalijaga, ditemukan beberapa hal. Di antaranya, ada luka memar di kepala bagian belakang.
Ada lebam bahu dan ditemukan juga tanda persetubuhan.
"Diduga korban mati lemas. Ada perlakuan yang memungkinkan korban tidak bisa bernapas hingga meninggal dunia.
Apakah korban dibekap atau dicekik. Atau apakah korban dipaksa atau tidak, masih didalami petugas. 12 saksi telah kita periksa," terangnya.
Kasatreskrim juga belum bisa memastikan apakah korban dieksekusi di Kudus atau Demak.
Korban ditemukan berjarak 5 meter dari air. Ada bekas korban diseret. Barang berharga milik korban berupa cincing tunangan, kalung, anting, motor dan tas korban hilang.
Paman korban, Aris Rubiyanto menuturkan, jasad yang ditemukan di persawahan di Wonoketingal Demak merupakan keponakannya.
"Dia (korban) meninggalkan rumah Senin lalu tanpa memberitahu tujuan dengan mengendarai motor," terangnya.
Pihak keluarga tahu informasi dari media sosial dan tak lama setelah itu ada informasi dari kepolisian.
Berdasarkan hasil otopsi, korban menderita luka secara fisik dibagian kepala.
"Kita serahkan kasus ini ke petugas kepolisian. Untuk jenazah kita bawa pulang untuk dimakamkan," tandasnya. (hib/zal)
Editor : Mahendra Aditya