GEBOG – Sejumlah siswa SMP 1 Gebog sibuk menata daun-daun di atas kain putih. Mereka beradu kreasi untuk menghasilkan motif yang bagus.
Untuk mengisi jeda usai ujian semesteran, siswa diberikan kegiatan belajar membuat batik ecoprint dan hasilnya nanti dijadikan taplak meja.
Kepala SMP 1 Gebog Kudus Endang Siwi Ekowati mengatakan, belajar ecoprint ini sebagai bekal siswa, untuk bisa dipraktikkan di rumah.
Dan, kegiatan ini kelanjutan dari eco enzim yang menggunakan bahan-bahan alami.
”Ya siapa tahu kalau mereka dibekali skill ecoprint bisa dikembangkan menjadi peluang usaha. Antusiasnya sangat luar biasa, anak-anak diberi kreativitas dengan memanfaatkan tanaman-tanaman yang ada di sekitar untuk motif batik dengan menggunakan Teknik ecoprint,” jelasnya.
Pihaknya mengundang perajin ecoprint, dalam satu kelas dibagi menjadi lima kelompok.
Endang Siwi menambahkan, satu kelas bisa menghasilkan lima taplak meja dengan kreativitas masing-masing.
”Jadi sekolah nanti memiliki taplak meja dari hasil kreasi dari siswa. Yang mengikuti kegiatan ecoprint itu, kelas VII dan VIII dan ada 80 kelompk sehingga menghasilkan 80 taplak meja,” jelasnya.
Siswa dibimbing Nunung Noor Khamimah owner Jatisemi. Ia mengatakan, belajar ecoprint itu menyenangkan.
Anak-anak juga belajar jenis-jenis daun dan pewarnaan alami. Daun yang digunakan, daun mangga muda, kenikir, jarak wulung, lanang, jarak kepyar, jati, daun mangga muda, kalpataru dan ecaliptus.
”Pewarnaannya menggunakan dari kayu ulin. Sehingga, menghasilkan warna cokelat. Ecoprint ini menggunakan metode kukus selama dua jam,” ujarnya.
Salah satu peserta, Alin dari kelas 8E, mengaku senang bisa terlibat dalam kegiatan ini. Seru banget.
Motifnya macam-macam, sekelompok pakai daun mangga dan kenikir. Ternyata bisa jadi kain yang cantik. (Indah Susanti)
Editor : Ali Mustofa